Pecat Menteri Energi, Arab Saudi Tak Akan Pangkas Produksi Minyak

Selasa, 10 Mei 2016 - 23:11 WIB
Pecat Menteri Energi,...
Pecat Menteri Energi, Arab Saudi Tak Akan Pangkas Produksi Minyak
A A A
RIYADH - Pergantian menteri minyak dan energi Arab Saudi dari Ali al-Naimi menjadi Khalid al-Falih yang merupakan mantan pimpinan perusahaan minyak milik pemerintah yakni Saudi Aramco diyakini tidak akan merubah kebijakan kerajaan, baik itu produksi minyak atau strategi Internasional. Seperti diketahui Al-Naimi telah menjabat menteri minyak sejak tahun 1995.

Sejak lama, Al-Naimi dipandang sebegai sosok yang selama ini berada di balik kebijakan energi Arab Saudi. Namun dengan lengsernya Al-Naimi menurut Presiden Husseini Energi yang juga pernah menjabat eksekutif Saudi Aramco Sadad al-Husseini menjelaskan tidak akan ada perubahan mendasar dalam kebijakan energi Saudi.

"Kebijakan telah ditetapkan pada level nasional dan Menteri Minyak hanya menjalankan kebijakan," terang Sadad al-Husseini dalam sebuah wawancara dengan CNBC, Selasa (10/5/2016).

(Baca Juga: Pangeran Muda Arab Saudi Akan Akhiri 'Kecanduan' Minyak)

Salah satu kebijakan yang tidak akan berubah menurutnya yakni produksi minyak mentah yang tetap tinggi, meskipun harga minyak global terus merosot. Hal senada juga diungkapkan Kepala Strategis RBC Capital Markets Helima Croft yang berpikir perubahan kepemimpinan tidak akan mengakibatkan arah kebijakan Arab Saudi berubah.

Hal ini lantaran menurutnya deputi putra mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman telah menetapkan kebijakan minyak Saudi untuk kedepannya. "Saat ini Mohammad bin Salman tampak akan sedikit menggunakan kartel OPEC. Dia tampaknya baik-baiknya dengan pergerakan harga minyak saat ini karena dirinya sedang fokus melakukan perbaikan besar ekonomi Saudi," jelas Croft.

(Baca Juga: Arab Saudi Jual Saham Perusahaan Minyak Nasional USD2 Triliun)

Dia menambahkan pertanyaan yang tepat sebenarnya adalah apakah Khalid al-Falih punya kemampuan untuk menetapkan kebijakan kerajaan. "Salah satu alasan banyak orang berpikir kebijakan Saudi menjadi tidak menentu ketika diatur oleh Pangeran atau putra mahkota berusia 30 tahun yang bertanggung jawab atas hampir seluruh pejabat tinggi di Arab Saudi," tutupnya.

Sebagai informasi Kementerian Minyak juga diganti namanya menjadi Kementerian Energi, Industri, dan Pertambangan. Beberapa bulan terakhir, al-Naimi telah mewakili Arab Saudi dalam berbagai pembicaraan dengan negara-negara penghasil minyak utama dunia.

Ia bersikeras bahwa Arab Saudi tidak akan memangkas produksi di tengah jatuhnya harga minyak dunia. Pada saat yang sama Mohamed bin Salman menyatakan Arab Saudi tidak akan setuju menahan produksi kecuali Iran, pesaing utamanya di regional, juga melakukan hal serupa. Sementara itu diyakini Menteri Energi Arab Saudi yang baru Khalid al-Falih hanya akan meneruskan saja kebijakan tersebut.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Minyak Turun,...
Produksi Minyak Turun, Bank Dunia Ramal Ekonomi Arab Saudi Anjlok Tahun Ini
Arab Saudi Kerek Harga...
Arab Saudi Kerek Harga Jual Bikin Minyak Mentah Makin Mahal
Harga Minyak Melonjak,...
Harga Minyak Melonjak, Saudi Aramco Kantongi Rp660,7 Triliun Hanya dalam 3 Bulan
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Dekati Level Tertinggi 11 Bulan Terbius Janji Saudi
Biden Merapat ke Arab...
Biden Merapat ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Merangkak
Saudi Aramco Bersedia...
Saudi Aramco Bersedia Kerek Produksi Minyak Mentah 12 Juta Bph
Berita Terkini
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
3 jam yang lalu
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
4 jam yang lalu
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
4 jam yang lalu
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
5 jam yang lalu
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
5 jam yang lalu
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
5 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved