BPR Syariah Bidik Pesantren

Jum'at, 19 Agustus 2016 - 02:33 WIB
BPR Syariah Bidik Pesantren
BPR Syariah Bidik Pesantren
A A A
YOGYAKARTA - Nasib Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) di Yogyakarta masih berada di bawah bayang-bayang BPR Konvensional. Jumlah BPRS dinilai masih sedikit dibanding potensi pasar di Yogyakarta. Dan untuk menyelenggarakan kegiatan, saat ini masih harus bergabung dengan Provinsi Jawa Tengah.

Direktur Utama BPRS Barokah Dana Sejahtera yang juga Ketua Asosiasi BPR Syariah Indonesia (Abisindo) Yogyakarta, Edi Sunarto mengatakan, saat ini BPR Syariah memang belum begitu banyak beroperasi di Yogyakarta. Jumlahnya baru 25% dari BPR yang tersebar di Yogyakarta atau hanya sekitar 12 unit.

Menurut dia, kendati industri perbankan syariah terus berkembang, hanya saja BPR Syariah belum sebesar yang diharapkan. Pasalnya BPR Syariah berdiri dari unit syariah pada bank-bank konvensional. Sehingga, terkadang pertumbuhan BPR Syariah hasil dari unit syariah dikesampingkan. "Yang diutamakan adalah BPR Konvensional yang menjadi induknya," ungkapnya, Kamis (18/8/2016)

Jumlah BPR Syariah yang masih sedikit di Yogyakarta ini terkadang menjadi kendala ketika asosiasi akan menyelenggarakan pelatihan dan peningkatan kapasitas dari sisi manajemen ataupun sumber daya manusia. Karena untuk melaksanakan pelatihan tersebut harus bergabung dengan Solo dan Jawa Tengah.

"Kalau bergabung dengan Solo jumlahnya menjadi 35 buah. Jadi ideal untuk sebuah pelatihan," tuturnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fauzi Nugroho mengatakan, meskipun jumlahnya belum ideal seharusnya ketika melakukan pelatihan manajemen dan SDM bisa dilaksanakan sendiri oleh Abisindo di Yogyakarta. Sebab, habit atau lingkungan dari masing-masing BPR berbeda satu sama lainnya sehingga kondisinya juga berbeda.

Nah, untuk mengembangkan potensi pasar di Yogyakarta yang masih terbuka ini, BPR Syariah membidik pada pesantren dan sekolah-sekolah Islam. Edi menyebutkan, lembaga-lembaga sosial berbasis syariah harus terintegrasi dengan baik, mengingat sektor dana yang selama ini mereka garap cukup besar.

Terlebih potensi dari sekolah-sekolah berbasis pendidikan Islam, dimana banyak pesantren tersebar di Yogyakarta serta perguruan tinggi yang memiliki potensi dana cukup besar. Sektor inilah yang akan dimaksimalkan, minimal sebagai sumber dana yang murah. Karena selama ini kalangan BPR memang kesulitan untuk mendapatkan dana murah.

Dan lanjut Edi, habit untuk perkembangan bank syariah sudah cukup baik karena di Yogyakarta tren pendidikan sudah mengarah berbasis agama. Banyak warga Yogyakarta yang mulai memasukkan anak mereka di sekolah Islam, mulai dari TK hingga ke perguruan tinggi. Sehingga untuk penetrasi pasar saat ini bisa lebih mudah dibanding sebelumnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar Talkshow, BPR...
Gelar Talkshow, BPR Hasamitra Ajak Tangkap Peluang Pascapandemi
Tahun 2022, BPR Hasamitra...
Tahun 2022, BPR Hasamitra Target Kinerja Tumbuh Double Digit
PermataBank Syariah...
PermataBank Syariah Luncurkan Layanan Digital buat BPRS
Usung Konsep Community...
Usung Konsep Community Hub, Universal BPR Resmikan Kantor di Tangerang
Kembangkan Bisnis, Dua...
Kembangkan Bisnis, Dua Pendiri KoinWorks Akuisisi BPR
Dapat Kucuran Dana dari...
Dapat Kucuran Dana dari BJB, BPR Kredit Mandiri Berikan Layanan Prima
Berita Terkini
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
19 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
1 jam yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
1 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
2 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
2 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
3 jam yang lalu
Infografis
Drone Ababil Iran Mampu...
Drone Ababil Iran Mampu Bidik Kapal Perang AS Tanpa Terdeteksi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved