HT: Anggaran Harus Ditata agar Utang Tak Menumpuk

Minggu, 21 Agustus 2016 - 09:54 WIB
HT: Anggaran Harus Ditata...
HT: Anggaran Harus Ditata agar Utang Tak Menumpuk
A A A
JAKARTA - Penerimaan negara melalui pajak diperkirakan tidak mencukupi kebutuhan anggaran. Maka, pemerintah harus menata anggaran dengan tepat sasaran agar kekurangan pendanaan tak harus ditanggung dengan lebih banyak pinjaman.

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) memperkirakan shortfall atau kekurangan penerimaan pajak tahun ini mencapai Rp200 triliun hingga Rp300 triliun.

Seperti diketahui, realisasi penerimaan pajak hingga pekan pertama Agustus 2016 baru sebesar Rp538,17 triliun. Artinya, realisasi penerimaan pajak baru mencapai 39,71% dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2016.

Penerimaan negara dari tax amnesty belum cukup menambal kekurangan penerimaan pajak tersebut. HT memperkirakan penerimaan negara dari pengampunan pajak tersebut mencapai Rp30 triliun-Rp40 triliun. Masih jauh dari cukup untuk memenuhi kekurangan tersebut.

Target pemerintah sendiri sebesar Rp165 triliun, sementara data Ditjen Pajak menunjukkan hingga 20 Agustus 2016, jumlah realisasi tax amnesty baru sebesar Rp840 miliar.

Sebagai gambaran, HT memberikan perbandingan, total dana pihak ketiga di seluruh Indonesia sekitar Rp4.000 triliun lebih. "Kalau asumsi penerimaan tax amnesty Rp165 triliun, artinya diasumsikan ada kurang lebih Rp5.000 triliun uang masuk ke Indonesia," kata HT menjawab pertanyaan media saat ditemui di perayaan kemerdekaan bersama warga sekitar rumahnya, Sabtu (20/8/2016).

Menurutnya, harus dicari cara tepat untuk mengisi kekurangan anggaran tersebut. "Yang saya kuawatir nanti pinjam lagi, kurang pinjam lagi," kata dia.

Dia menuturkan, akan bahaya bila Indonesia utang untuk membayar bunga utang. Anggaran harus disusun dengan realistis, setiap belanja harus tepat sasaran dan lebih produktif.

Seperti diketahui Indonesia mengalami defisit primer sejak beberapa tahun belakangan, di mana utang digunakan untuk membayar bunga utang. Yang terbaru dalam RAPBN 2017 ada defisit keseimbangan primer senilai Rp111,4 triliun.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jokowi Minta Para Menteri...
Jokowi Minta Para Menteri Tiru Kementerian PUPR, Belanja Anggaran di Awal Tahun
Demi Pemulihan Ekonomi,...
Demi Pemulihan Ekonomi, KKP Realokasi Anggaran Rp483 Miliar
Komisi IV DPR Dukung...
Komisi IV DPR Dukung Penambahan Pagu Anggaran KKP Rp3,45 Triliun
Tahap II, Kemenag Salurkan...
Tahap II, Kemenag Salurkan 4,6 Juta Bantuan Paket Data untuk Siswa Madrasah
Rincian Pemangkasan...
Rincian Pemangkasan Anggaran Kementerian/Lembaga
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
2 jam yang lalu
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
3 jam yang lalu
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
3 jam yang lalu
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
3 jam yang lalu
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
4 jam yang lalu
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
4 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved