Pemerintah Lalai Edukasi Petani untuk Hasilkan Beras Premium

Kamis, 20 Oktober 2016 - 23:39 WIB
Pemerintah Lalai Edukasi...
Pemerintah Lalai Edukasi Petani untuk Hasilkan Beras Premium
A A A
JAKARTA - Ketua Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin mengatakan, pemerintah Indonesia lalai dalam memberikan edukasi ke petani untuk menghasilkan beras kualitas premium. Inilah yang menyebabkan harga beras di Indonesia mahal.

Pasalnya, beras kualitas premium yang selama ini dikonsumsi masyarakat, masih dihasilkan dari keran impor yang dibuka oleh pemerintah."Kita, khususnya pemerintah, lalai dalam mendidik petani kita untuk menanam beras kualitas premium. Sehingga beras kita menjadi mahal, ya karena ada beberapa yang harus impor juga," katanya di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Seperti diketahui, pemerintah hingga saat ini masih melakukan impor beras. Berdasarkan catatan Indef (Institute for Development of Economics and Finance), total impor beras Indonesia hingga Juli 2016 mencapai USD447,7 juta atau setara Rp5,82 triliun (estimasi kurs Rp13.014/USD).

Dalam melaksanakan impor beras, pemerintah seharusnya tak hanya melihat dari satu sisi saja, yakni dari kebutuhan masyarakat yang berkebutuhan akan beras, namun juga dari sisi petaninya.

"Produktivitas petani harus dilihat juga agar mampu memenuhi kebutuhan beras di nasional, jadi harus dlihat secara keseluruhan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Beras Meroket,...
Harga Beras Meroket, Berpotensi Munculkan Kaum Miskin Baru
Jual Beras Bulog di...
Jual Beras Bulog di Atas Rp9.400 per Kg Bakal Dipidana
Harga dan Jenis Beras...
Harga dan Jenis Beras di Pasaran, dari yang Pulen hingga Pera
Waspada, Harga Beras...
Waspada, Harga Beras Diprediksi Nanjak Terus hingga Akhir Tahun
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
59 menit yang lalu
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
1 jam yang lalu
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
1 jam yang lalu
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
10 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
11 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
11 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved