alexa snippet

Ribuan Nelayan Pesisir Cirebon Peroleh Asuransi

Ribuan Nelayan Pesisir Cirebon Peroleh Asuransi
Nelayan di pesisir Cirebon kini mendapat asuransi kecelakaan diri. Foto/SINDOnews
A+ A-
CIREBON - Sedikitnya 3.000 nelayan di sekitar pesisir Cirebon, Jawa Barat, memperoleh perlindungan Asuransi Kecelakaan Diri (AKD). AKD yang menjamin santunan bagi para nelayan bila mendapat musibah atau kecelakaan ini, merupakan kerja sama PLTU Cirebon (Cirebon Power) dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Jawa Barat. Asuransi bagi nelayan kali ini menjadi yang keenam kali diberikan PLTU Cirebon bersama Dit Pol Airud Polda Jabar.

Direktur Pol Airud Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Suwarto menyebut, program tersebut sudah berjalan sejak 2011. Program itu berawal dari keluhan nelayan pesisir Cirebon akibat tak pernah memperoleh santunan apapun ketika mendapat musibah atau kecelakaan di laut ataupun darat. "Keluhan itu ditindaklanjuti personel Ditpol Aiptu Yoyo dan Brigadir Winarto untuk mencari solusinya. Keduanya lalu merintis kerja sama dengan PT Cirebon Electric Power pada 2011 untuk memulai program AKD," katanya, Kamis (1/12/2016).

Awalnya, AKD diberikan kepada 80 nelayan dari empat desa di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Pada tahun kedua, program ini berkembang pada 500 nelayan di empat kecamatan yakni Mundu, Pangenan,Gebang, dan Losari. Pada 2013, jumlah penerima berlipat ganda menjadi 1.000 orang. Pada 2014, jumlah penerima asuransi bertambah menjadi 2.000 orang dan pada 2015 mencapai 3.000 orang.

Suwarto meyakinkan, program ini merupakan manifestasi dari tugas pembinaan masyarakat yang diemban Korps Bhayangkara. Program ini bahkan menjadi pilot project bagi upaya serupa di daerah-daerah lain. Selama program ini berjalan, asuransi telah diberikan pada 9.580 orang, dengan total klaim 54 orang. Para nelayan berasal dari 13 desa di lima kecamatan, yakni Mundu, Astanajapura, Pangenan, Gebang, dan Losari.

Direktur PT Cirebon Energi Prasarana (CEPR) Teguh Haryono menyatakan, asuransi tersebut merupakan komitmen yang menempatkan pihaknya sebagai sahabat bagi masyarakat sekitar pesisir Cirebon. Pihaknya berjanji terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat secara sosial dan ekonomi. "Kami berharap program ini dapat menggugah pihak lain turut terlibat sehingga program ini bisa terus bergulir dan meluas," tuturnya.

Sementara itu, salah satu tokoh nelayan dari Desa Citemu, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Mahfud menyambut baik program tersebut. "Ketika nelayan mengalami kecelakaan dapat memperoleh bantuan biaya pengobatan maupun santunan. Bahkan santunan juga berlaku ketika nelayan meninggal dunia, baik secara alami ataupun musibah kecelakaan," apresiasinya.



(ven)
dibaca 4.004x
loading gif
Top