Ini alasan perajin tahu-tempe pilih kedelai impor

Rabu, 15 Januari 2014 - 17:02 WIB
Ini alasan perajin tahu-tempe...
Ini alasan perajin tahu-tempe pilih kedelai impor
A A A
Sindonews.com - Perajin-perajin tempe dan tahu masih enggan untuk menggunakan kedelai lokal sebagai bahan pokok produksinya. Para perajin lebih memilih menggunakan kedelai impor.

Salah satu perajin tahu, Warsito dari Kelompok Swadaya Masyarakat KSM Mandiri Lestari Tandang Tembalang Kota Semarang mengaku, sebenarnya secara kualitas tidak jauh berbeda dengan kedelai impor.

Hanya saja, kata Dia, kedelai lokal kadar airnya masih cukup tinggi, sementara untuk kedelai impor sangat kering dan cukup bagus untuk bahan baku pembuatan tempe dan tahu.

“Bukan kita tidak mau menggunakan hasil bumi sendiri (lokal) tetapi memang dari lokal rata-rata dijual belum benar-benar kering, dan banyak juga yang kotor bercampur dengan tanah, ranting dan daun,” ujarnya.

Jika kedelai lokal bisa benar-benar kering, bersih dan harganya relatif sama dengan kedelai impor, para perajin tempe tidak masalah menggunakan kedelai lokal. “Kalau kadungan airnya masih tinggi tidak bagus untuk dibuat tempe atau tahu karena hasilnya akan lembek,” imbuhnya.

Disisi lain, kata dia, di luar faktor kualitas kedelai, penggunaan kedelai impor dikarenakan stoknya cukup melimpah dan tidak pernah kekurangan. Hal ini berbeda dengan stok kedelai lokal, yang hanya melipah di saat panen raya, sementara ketika panen usai sudah tidak memiliki stok lagi.

“Sekarang ini kendalanya adalah petani kedelai, terlalu terburu-buru dalam menjual hasil buminya kepada tengkulak,” kata dia.

Warsito menambahkan, sejuah ini untuk pasokan kedelai impor tidak pernah ada masalah dan tetap lancar setiap hari. Untuk harganya pun relatif stabil, sejak Desember lalu yakni di kisaran Rp8.100-Rp8.300. Stabilnya harga kedelai ini, membuat perajin lebih tenang.

Ketua Lembaga pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Ngargono, mendorong para perajin tempe untuk menggunakan kedelai lokal dari pada kedelai impor. Dengan terlalu bergantung pada kedelai impor dikhawatirkan akan berdampak pada hilangnya kedelai lokal di pasaran.

Dia berpendapat, jika semakin banyak perajin yang menggunakan kedelai lokal, maka akan semakin banyak kebutuhan, para petani kedelai akan semakin meningkatkan produktivitasnya.

“Kalau produksinya sudah banyak, maka kedelai lokal akan membanjiri pasaran, sehingga para perajin tidak tergantung pada kedelai impor lagi,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
6 menit yang lalu
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
21 menit yang lalu
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
1 jam yang lalu
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
2 jam yang lalu
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
3 jam yang lalu
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved