Irak Memanas, Harga Minyak Dunia Mendidih

Senin, 16 Juni 2014 - 10:26 WIB
Irak Memanas, Harga...
Irak Memanas, Harga Minyak Dunia Mendidih
A A A
MELBOURNE - Harga minyak dunia mendidih akibat kekhawatiran mememanasnya ketegangan di Irak, yang dapat mengancam terganggunya pasokan minyak dari negara produsen terbesar di dunia tersebut.

Harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik untuk hari keempat. Harga WTI kontrak berjangka di New York naik 0,6% setelah melambung 4,1% dalam sepekan pada 13 Juni 2014.

"Irak adalah pemicu utama. Ini adalah situasi yang sangat tidak pasti. Cepatnya serangan pemberontak ke Irak menunjukkan rapuhnya negara itu," kata Kepala Analis CMC Markets Ric Spooner seperti dilansir dari Bloomberg, Senin (16/6/2014).

Harga minyak WTI di New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Juli naik sebanyak 63 sen menjadi USD107,54 per barel dan berada di harga USD107,06 pada pukul 12.24 siang waktu Sydney.

Sementara harga minyak brent di ICE Futures Europe, London untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 82 sen menjadi USD113,28 per barel. Kontrak Juli berakhir 13 Juni setelah naik 0,4 persen menjadi USD113,41. Selisih harga minyak mentah patokan Eropa terhadap WTI sebesar USD6,39.

Militer Irak menyerang pemberontak yang masuk wilayah utara Baghdad. Tentara Irak menewaskan lebih dari 279 orang dari kelompok negara Islam Irak dan Levant (ISIL).

"Ini merupakan situasi yang serius bagi pasar minyak global. Situasi di Irak ini benar-benar mengancam pertumbuhan pasokan potensial ke depan," kata Wakil Presiden IHS Energy Insight Victor Shum.

Pertempuran itu belum menyebar ke selatan, yang memperkirakan tempat sekitar tiga-perempat produksi minyak mentah Irak. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) Amerika Serikat (AS), Irak mengekspor sekitar 2,58 juta barel per hari (bph) pada Mei dan semua dikirim dari selatan.

Juru Bicara Kementerian Perminyakan Irak Asim Jihad sebelumnya menuturkan, pengiriman utara melalui pipa Kirkuk-Ceyhan telah dihentikan sejak 2 Maret 2014.

ISIL mengontrol sekitar 310 ribu bph minyak dari kilang Baiji, yang merupakan kilang terbesar negara itu. Para pemberontak juga mengambil Mosul, kota terbesar kedua di negara tersebut.

Sementara itu, pasukan Kurdi pindah ke Kirkuk untuk melindungi ladang minyak utara dari militan. Pipa utama dari ladang minyak itu ke Turki belum beroperasi sejak awal Maret karena serangan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
43 menit yang lalu
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
45 menit yang lalu
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
1 jam yang lalu
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
1 jam yang lalu
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved