Posisi IHSG Belum Kuat, Waspadai Potensi Koreksi
Rabu, 16 Juli 2014 - 08:39 WIB
Posisi IHSG Belum Kuat, Waspadai Potensi Koreksi
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan melanjutkan penguatan jika didukung sentimen positif. Kendati demikian, tetap mewaspadai koreksi lantaran posisi IHSG saat ini belum kuat.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunannya.
Laju IHSG pada perdagangan kemarin sempat turun di bawah target resisten 5.035-5.050, namun dapat berbalik menguat dan melewati target resisten tersebut. Jika sentimen positif dapat terjaga, menurut dia, IHSG pun dapat melanjutkan penguatan, namun tetap mewaspadai potens pembalikan arah karena belum kuatnya posisi IHSG.
“Apalagi utang gap 4.989-5.008 belum tertutupi sempurna,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (16/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.989-5.011 dan resisten pada rentang 5.035-5.050.
Sementara itu, IHSG kemarin berhasil balik arah menguat didukung berlanjutnya kenaikan pada bursa saham Asia yang terimbas laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Reza menuturkan, pelaku pasar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk kembali aktif bertransaksi dan memanfaatkan pelemahan harga yang terjadi sehari sebelumnya.
“Padahal di dalam negeri, laju rupiah masih terperosok dan masih ada risiko ketidakpastian karena belum jelasnya siapa pemenang pemilihan presiden (pilpres),“ ujarnya.
Namun demikian, masih bertahannya nett buy asing membuat IHSG menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.070,82 jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.032,96 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.070,82.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, hammer di bawah upper bollinger band (UBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R melanjutkan penurunannya.
Laju IHSG pada perdagangan kemarin sempat turun di bawah target resisten 5.035-5.050, namun dapat berbalik menguat dan melewati target resisten tersebut. Jika sentimen positif dapat terjaga, menurut dia, IHSG pun dapat melanjutkan penguatan, namun tetap mewaspadai potens pembalikan arah karena belum kuatnya posisi IHSG.
“Apalagi utang gap 4.989-5.008 belum tertutupi sempurna,“ kata dia dalam risetnya, Rabu (16/7/2014).
Dia memprediksi, IHSG hari ini akan berada pada rentang support 4.989-5.011 dan resisten pada rentang 5.035-5.050.
Sementara itu, IHSG kemarin berhasil balik arah menguat didukung berlanjutnya kenaikan pada bursa saham Asia yang terimbas laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Reza menuturkan, pelaku pasar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk kembali aktif bertransaksi dan memanfaatkan pelemahan harga yang terjadi sehari sebelumnya.
“Padahal di dalam negeri, laju rupiah masih terperosok dan masih ada risiko ketidakpastian karena belum jelasnya siapa pemenang pemilihan presiden (pilpres),“ ujarnya.
Namun demikian, masih bertahannya nett buy asing membuat IHSG menghijau. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi 5.070,82 jelang akhir sesi 2 dan menyentuh level terendah 5.032,96 di awal sesi 1 dan berakhir di level 5.070,82.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
(rna)
Lihat Juga :