Setelah Hampir 3 Bulan, IHSG Kembali ke Bawah 5.000
Jum'at, 03 Oktober 2014 - 16:20 WIB
Setelah Hampir 3 Bulan, IHSG Kembali ke Bawah 5.000
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini ditutup negatif di bawah level 5.000, untuk kali pertama dalam hampir tiga bulan sejak 7 Juli 2014. IHSG tertempas 51,46 poin atau 1,03% ke level 4.949,35.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat didukung aksi beli asing. IHSG terkerek 8,86 poin atau 0,18% ke level 5.009,67. Namun, pada akhir sesi I, IHSG longsor dari level 5.000 karena ditekan aksi jual dan berakhir di level 4.937,81.
Posisi IHSG terendah hari ini berada di level 4.933,04, sedangkan tertinggi di level 5.024,58. IHSG terakhir berada di bawah 5.000 pada 7 Juli 2014. Saat itu, IHSG ditutup pada level 4.989,03.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkoreksi tajam karena ditekan aksi jual. IHSG terkapar 140,10 poin atau 2,73% ke level 5.000,81. Pelemahan tersebut di tengah memerahnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia ditutup menguat.
Indeks Straits Time naik 22,31 poin atau 0,69% ke 3.251,02; indeks Hang Seng melonjak 131,58 poin atau 0,57% ke 23.064,56; dan indeks Nikkei 225 menguat 46,66 poin atau 0,30% ke 15.708,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,65 triliun dengan 5,20 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp880,71 miliar. Tercatat 92 saham naik, 242 saham melemah dan 63 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup hampir semuanya memerah. Sektor yang pelemahan tertinggi adalah perdagangan, yang anjlok 1,93%, diikuti keuangan yang merosot 1,88%. Sedangkan sektor yang naik hanya infrastruktur, yang menguat 0,73%.
Adapun saham yang menguat, diantaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) melonjak Rp125 menjadi Rp6.225, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp625 menjadi Rp56.525, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp25 menjadi Rp3.920.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp7.150, PT Astra International (ASII) turun Rp25 menjadi Rp6.575, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (PANS) turun Rp155 menjadi Rp2.900.
(Baca: Anjlok 1,26%, IHSG Longsor dari Level 5.000)
IHSG pagi tadi dibuka balik arah menguat didukung aksi beli asing. IHSG terkerek 8,86 poin atau 0,18% ke level 5.009,67. Namun, pada akhir sesi I, IHSG longsor dari level 5.000 karena ditekan aksi jual dan berakhir di level 4.937,81.
Posisi IHSG terendah hari ini berada di level 4.933,04, sedangkan tertinggi di level 5.024,58. IHSG terakhir berada di bawah 5.000 pada 7 Juli 2014. Saat itu, IHSG ditutup pada level 4.989,03.
Sementara IHSG kemarin ditutup terkoreksi tajam karena ditekan aksi jual. IHSG terkapar 140,10 poin atau 2,73% ke level 5.000,81. Pelemahan tersebut di tengah memerahnya bursa Asia. Sementara hari ini, bursa Asia ditutup menguat.
Indeks Straits Time naik 22,31 poin atau 0,69% ke 3.251,02; indeks Hang Seng melonjak 131,58 poin atau 0,57% ke 23.064,56; dan indeks Nikkei 225 menguat 46,66 poin atau 0,30% ke 15.708,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,65 triliun dengan 5,20 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing Rp880,71 miliar. Tercatat 92 saham naik, 242 saham melemah dan 63 saham stagnan.
Sektor saham hari ini ditutup hampir semuanya memerah. Sektor yang pelemahan tertinggi adalah perdagangan, yang anjlok 1,93%, diikuti keuangan yang merosot 1,88%. Sedangkan sektor yang naik hanya infrastruktur, yang menguat 0,73%.
Adapun saham yang menguat, diantaranya PT XL Axiata Tbk (EXCL) melonjak Rp125 menjadi Rp6.225, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menguat Rp625 menjadi Rp56.525, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp25 menjadi Rp3.920.
Sementara saham yang anjlok, di antaranya PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp25 menjadi Rp7.150, PT Astra International (ASII) turun Rp25 menjadi Rp6.575, dan PT Matahari Putra Prima Tbk (PANS) turun Rp155 menjadi Rp2.900.
(Baca: Anjlok 1,26%, IHSG Longsor dari Level 5.000)
(rna)
Lihat Juga :