BBM Naik, Menkeu Pede Ekonomi RI 2015 Tembus 5,8%
Selasa, 25 November 2014 - 11:58 WIB

BBM Naik, Menkeu Pede Ekonomi RI 2015 Tembus 5,8%
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro percaya diri (pede) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,8% pada 2015, dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Pasalnya, dengan kenaikan harga BBM subsidi akan menghemat anggaran sebesar Rp100 triliun sampai Rp140 triliun, yang kemudian dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
"Kenaikan fuel subsidi akan bisa digunakan untuk infrastruktur dan sektor produktif lainnya. Sehingga angka pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa 5,8% dengan melihat formulasi dari kasus ini. Kita akan lihat anggaran yang baru," ujarnya di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Menurutnya, anggaran dari penghematan subsidi BBM tersebut akan digunakan untuk mewujudkan visi misi yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya pembangunan infrastruktur.
"Kita juga selalu berpikir positif dengan makin banyaknya foreign direct investment. Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi tumbuh secara sustainble," terangnya.
Kendati tantangan perekonomian ke depan tidak mudah, namun Indonesia saat ini sudah solid dan mampu melewati beberapa krisis yang terjadi.
"Kebijakan memprioritaskan untuk ekonomi yang lebih tahan. Komitmen kami, atas paham presiden di tahun depan," pungkas Bambang.
Pasalnya, dengan kenaikan harga BBM subsidi akan menghemat anggaran sebesar Rp100 triliun sampai Rp140 triliun, yang kemudian dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur.
"Kenaikan fuel subsidi akan bisa digunakan untuk infrastruktur dan sektor produktif lainnya. Sehingga angka pertumbuhan ekonomi tahun depan bisa 5,8% dengan melihat formulasi dari kasus ini. Kita akan lihat anggaran yang baru," ujarnya di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
Menurutnya, anggaran dari penghematan subsidi BBM tersebut akan digunakan untuk mewujudkan visi misi yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya pembangunan infrastruktur.
"Kita juga selalu berpikir positif dengan makin banyaknya foreign direct investment. Kita tetap optimis pertumbuhan ekonomi tumbuh secara sustainble," terangnya.
Kendati tantangan perekonomian ke depan tidak mudah, namun Indonesia saat ini sudah solid dan mampu melewati beberapa krisis yang terjadi.
"Kebijakan memprioritaskan untuk ekonomi yang lebih tahan. Komitmen kami, atas paham presiden di tahun depan," pungkas Bambang.
(izz)