Ditampar Tarif Impor 32 Persen oleh Trump, Ini Profil Perdagangan Indonesia-AS
Kamis, 03 April 2025 - 13:29 WIB
loading...
Tarif resiprokal 32% yang dikenakan AS terhadap Indonesia akan mengubah profil perdagangan kedua negara. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena tarif resiprokal yang baru diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump , sebesar 32 persen. Pengenaan tarif tinggi tersebut dipastikan akan mengubah profil perdagangan antara kedua negara.
Merujuk laman resmi Kementerian Perdagangan, AS memang merupakan penyumbang surplus perdagangan nonmigas nasional tahun 2024. Angka surplus perdagangan Indonesia-AS sebesar USD16,08 miliar dari total surplus perdagangan nonmigas 2024, yaitu sebesar USD31,04 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke AS antara lain berupa garmen, peralatan listrik, alas kaki, dan minyak nabati.
Baca Juga: Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada pertengahan Maret 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke AS pada Februari 2025 sebesar 11,26 persen atau sebesar USD2,35 miliar, naik dari Januari yang sebesar USD2,33 miliar.
Surplus perdagangan terbesar Indonesia tercatat terjadi dengan AS. Sementara, defisit terdalam perdagangan Indonesia adalah dengan China. Pada Februari lalu, surplus perdagangan dengan AS sebesar USD1,57 miliar. Tiga komoditas utama penyumbang surplus terbesar yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorinya, serta alas kaki.
Merujuk laman resmi Kementerian Perdagangan, AS memang merupakan penyumbang surplus perdagangan nonmigas nasional tahun 2024. Angka surplus perdagangan Indonesia-AS sebesar USD16,08 miliar dari total surplus perdagangan nonmigas 2024, yaitu sebesar USD31,04 miliar. Ekspor nonmigas Indonesia ke AS antara lain berupa garmen, peralatan listrik, alas kaki, dan minyak nabati.
Baca Juga: Apa itu Reciprocal Tariffs? Kebijakan Kontroversial AS yang Ditetapkan Donald Trump
Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada pertengahan Maret 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke AS pada Februari 2025 sebesar 11,26 persen atau sebesar USD2,35 miliar, naik dari Januari yang sebesar USD2,33 miliar.
Surplus perdagangan terbesar Indonesia tercatat terjadi dengan AS. Sementara, defisit terdalam perdagangan Indonesia adalah dengan China. Pada Februari lalu, surplus perdagangan dengan AS sebesar USD1,57 miliar. Tiga komoditas utama penyumbang surplus terbesar yakni mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, pakaian dan aksesorinya, serta alas kaki.
Lihat Juga :