Kadin: Iklim Usaha FTZ Batam Perlu Dipoles

Kamis, 14 Mei 2015 - 02:26 WIB
Kadin: Iklim Usaha FTZ...
Kadin: Iklim Usaha FTZ Batam Perlu Dipoles
A A A
BATAM - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta evaluasi free trade zone (FTZ) di Batam oleh pemerintah melahirkan rezim baru yang mampu memoles iklim usaha jauh lebih ramah di mata investor, terutama perbaikan hubungan industrial.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kesuksesan rancangan kawasan perdagangan bebas yang dicanangkan pemerintah di Batam pada awalnya diharapkan bisa menarik investasi sebanyak-banyaknya.

Namun, saat ini FTZ Batam justru bergelut dengan hubungan industrial dan iklim usaha yang belum ramah sehingga berbuntut memengaruhi minat investor asing untuk masuk ke kota ini.

"Yang penting bagaimana pemerintah bisa menjaga arus investasi jangan sampai terganggu di Batam. Perlu ada upaya perbaikan iklim usaha yang kondusif dan lebih ramah sehingga memberi sinyal positif bagi investor," ujarnya usai pelantikan pengurus Kadin Kepri 2014-2019 di Hotel Planet Holiday, Rabu (13/5/2015).

Menurutnya, sejak awal penerapan FTZ di Batam menimbulkan harapan status itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat komponen investasi sehingga berpeluang diterapkan di daerah lain.

Apalagi investasi dilihat Suryo sebagai salah satu pilar perekonomian yang menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan devisa. Status Batam dan Kepri yang punya kekhususan dan paling dekat dengan negara tetangga selalu menjadi sorotan terutama iklim usahanya. "Jangan sampai demo buruh anarki, karena bisa memberikan sinyal kurang positif," tegasnya.

Dia mengatakan, jika dampak hubungan industrial yang buruk bisa membuat investor tidak mau menanam modalnya di Batam dengan alasan khawatir kondisi usaha tidak bersahabat dan pergi ke Vietnam atau Thailand.

"Hasil evaluasi harus bisa menjaga hubungan antara buruh dan pengusaha di sini harmonis sehingga tidak menyulitkan iklim usaha," ucap Suryo.

Di luar itu, pihaknya juga meminta pemerintah merevisi sejumlah peraturan pemerintah dan peraturan menteri yang kurang mendukung dunia usaha. Kadin juga telah meminta DPR untuk merevisi 32 UU tentang ekonomi yang kurang berpihak kepada pengusaha.

Sementara, untuk peraturan pemerintah dan peraturan menteri terdapat 500 regulasi. "Ini keharusan, Permen-Permen dan PP yang tidak mempertimbangkan sektor usaha direvisi. Kami lihat peraturan mana yang tidak pro bisnis. Peraturan yang memberatkan dan membuat gaduh pengusaha harus dirapikan," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah Kemenko Perekonomian mendudukkan FTZ Batam dalam evaluasi total, kini giliran Kementerian PAN RB yang mengkaji reformasi struktural kelembagaan Badan Pengusahaan (BP) Batam lebih radikal.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy mengaku tengah meninjau ulang kewenangan BP Batam yang saat ini semakin kecil dari kewenangan Otorita Batam (OB).

Menurutnya, kewenangan pengelolaan FTZ oleh BP Batam saat ini diestimasi tinggal sepertiga dari wewenang OB sebagai konsekuensi UU Otda. Kendala tata kelola pemerintahan ini yang justru dinilai memperlemah daya saing FTZ.

"Ruh Otorita Batam harus dikembalikan. Pengkajiannya akan sangat intensif dan dalam waktu yang secepat-cepatnya, baik sudut pandang ekonomi maupun reformasi struktural tata kelola pemerintah," ujar Yuddy usai dialog tertutup dengan BP Batam, belum lama ini.

Bukan cuma BP Batam, BP lain seperti BP Bintan, Tanjungpinang dan Karimun jika hasil evaluasi justru menunjukkan kinerja minim meski sudah diberikan anggaran akan dipertimbangkan untuk dibubarkan atau dilebur.

Yuddy dengan tegas mengatakan, jika hasil evaluasi BP tidak sejalan dengan hasilnya, maka pihaknya akan menjadikan BP menjadi satu. "Sangat mungkin semua BP jadi satu demi reformasi stuktural dan efisiensi anggaran. Apakah harus jadi satu yakni BP Kepri atau Otorita Kepri, tetapi sebenarnya harus bisa mendorong ekonomi," kata dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dua Kawasan Ekonomi...
Dua Kawasan Ekonomi Khusus Batam Beroperasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Batam Andalkan Olaharganya...
Batam Andalkan Olaharganya Tiger Woods untuk Dongkrak Ekonomi
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Kunjungi Batam
Pembukaan Perbatasan...
Pembukaan Perbatasan Batam-Singapura Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh...
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh Melebihi Nasional, Berikut Faktor Penopangnya!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
1 jam yang lalu
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
2 jam yang lalu
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
3 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
4 jam yang lalu
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
5 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Turbo...
Harga BBM Pertamax Turbo Naik per 1 Juni 2026, Dexlite dan Dex Turun
5 jam yang lalu
Infografis
Hati-hati! Ini 10 Tanda...
Hati-hati! Ini 10 Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved