Wall Street Menguat, Indeks S&P Kembali Cetak Rekor
Jum'at, 15 Mei 2015 - 08:26 WIB
Wall Street Menguat, Indeks S&P Kembali Cetak Rekor
A
A
A
NEW YORK - Indeks saham di Wall Street pada Kamis waktu setempat ditutup berakhir menguat tajam dengan indeks S&P kembali mencapai rekor tertinggi karena kekhawatiran invetor berkurang terkait suku bunga dan melemahnya dolar AS (USD) yang diharapkan bisa menguat bagi penjualan perusahaan multinasional AS.
The S&P 500 berhasil naik 22,62 poin atau 1,08% ke level 2,121.1. Level ini melebihi rekor sebelumnya di level 2,117.69 pada 24 April dan Nasdaq juga menguat sejak Januari.
Sementara, USD melemah ke titik terendah sejak Januari terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama AS. Hal ini menjadi Kabar baik bagi perusahaan yang memiliki penjualan asing yang besar.
Sebuah laporan tentang klaim pengangguran pada pekan lalu semakin memperkuat Federal Reserve AS (The Fed) tidak akan menaikkan tingkat suku bunga sebelum paruh kedua tahun ini.
"Ada peluang 50:50 mereka tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini, jadi mengapa kita menghabiskan dua tahun untuk membahas ini? Mari kita fokus pada fakta bahwa ekonomi baik-baik saja," kata Kepala Manajemen Goldman di Short Hills, New Jersey, Steve Goldman seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2015).
Bank atas Wall Street berharap The Fed untuk memulai menaikkan suku bunga pada September, menurut jajak pendapat Reuters pekan lalu.
Saham Apple (AAPL.O) naik 2,33%, menjadi saham pendorong terbesar pada kedua Nasdaq dan S&P 500.
Sementara, saham Avon Products (AVP.N) melonjak 27,4% setelah pengajuan peraturan dari sebuah perusahaan yang mengatakan telah menawarkan untuk membeli perusahaan kosmetik yang nilai pasarnya hampir tiga kali. Avon mengatakan belum menerima tawaran.
The S&P 500 berhasil naik 22,62 poin atau 1,08% ke level 2,121.1. Level ini melebihi rekor sebelumnya di level 2,117.69 pada 24 April dan Nasdaq juga menguat sejak Januari.
Sementara, USD melemah ke titik terendah sejak Januari terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama AS. Hal ini menjadi Kabar baik bagi perusahaan yang memiliki penjualan asing yang besar.
Sebuah laporan tentang klaim pengangguran pada pekan lalu semakin memperkuat Federal Reserve AS (The Fed) tidak akan menaikkan tingkat suku bunga sebelum paruh kedua tahun ini.
"Ada peluang 50:50 mereka tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini, jadi mengapa kita menghabiskan dua tahun untuk membahas ini? Mari kita fokus pada fakta bahwa ekonomi baik-baik saja," kata Kepala Manajemen Goldman di Short Hills, New Jersey, Steve Goldman seperti dikutip dari Reuters, Jumat (15/5/2015).
Bank atas Wall Street berharap The Fed untuk memulai menaikkan suku bunga pada September, menurut jajak pendapat Reuters pekan lalu.
Saham Apple (AAPL.O) naik 2,33%, menjadi saham pendorong terbesar pada kedua Nasdaq dan S&P 500.
Sementara, saham Avon Products (AVP.N) melonjak 27,4% setelah pengajuan peraturan dari sebuah perusahaan yang mengatakan telah menawarkan untuk membeli perusahaan kosmetik yang nilai pasarnya hampir tiga kali. Avon mengatakan belum menerima tawaran.
(izz)
Lihat Juga :