AP II Serap Capex Rp2 Triliun dalam Tiga Bulan
Minggu, 17 Mei 2015 - 16:03 WIB
AP II Serap Capex Rp2 Triliun dalam Tiga Bulan
A
A
A
JAKARTA - PT Angkasa Pura II (AP II) dalam tiga bulan pertama tahun ini telah menyerap dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2 triliun.
Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya mengatakan, perseroan hingga akhir tahun ini mengalokasikan capex sebesar Rp6 triliun. Dengan demikian, hingga kuartal I/2015 perseroan telah menyerap belanja modal sebesar 33,33% dari total capex.
"Capex saat ini baru terserap sekitar Rp2 triliun dari total alokasi Rp6 triliun, sebagian besar capex atau sekitar 75% digunakan untuk pengembangan Bandara Soekarno Hatta," kata Budi usai melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, akhir pekan ini.
Operator bandara wilayah Indonesia bagian Barat ini memang tengah menggenjot pembangunan Terminal 3 Ultimate untuk meningkatkan kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta. Hingga saat ini, progres pembanguan Terminal 3 Ultimate telah mencapai 76,21% atau lebih cepat dibandingkan proyeksi awal.
"Terminal 3 Ultimate membutuhkan investasi Rp6 triliun, pembangunannya dilakukan dalam dua tahap, kami menargetkan bisa beroperasi pada Mei 2016, kapasitasnya akan mencapai 25 juta penumpang per tahun," paparnya.
Selain Terminal 3 Ultimate, perseroan juga akan fokus merevitalisasi Terminal 1, sehingga mempunyai kapasitas 44 juta penumpang. Sedangkan Terminal 2, kapasitasinya akan menjadi 25 juta penumpang.
Dengan demikian, Bandara Soekarno-Hatta pada 2017 mendatang diharapkan bisa mempunyai kapasitas 90 juta penumpang dan memenuhi kebutuhan yang ada.
"Di Cengkareng saat ini mencapai 72 juta penumpang, nantinya akan menjadi 86-90 juta penumpang. Kami juga harus membangun landasan ketiga, membangun cargo village dan terminal keempat," pungkasnya.
(Baca: Tujuh dari 13 Bandara AP II Masih Merugi)
Direktur Utama Angkasa Pura II Budi Karya mengatakan, perseroan hingga akhir tahun ini mengalokasikan capex sebesar Rp6 triliun. Dengan demikian, hingga kuartal I/2015 perseroan telah menyerap belanja modal sebesar 33,33% dari total capex.
"Capex saat ini baru terserap sekitar Rp2 triliun dari total alokasi Rp6 triliun, sebagian besar capex atau sekitar 75% digunakan untuk pengembangan Bandara Soekarno Hatta," kata Budi usai melakukan kunjungan kerja di Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, akhir pekan ini.
Operator bandara wilayah Indonesia bagian Barat ini memang tengah menggenjot pembangunan Terminal 3 Ultimate untuk meningkatkan kapasitas di Bandara Soekarno-Hatta. Hingga saat ini, progres pembanguan Terminal 3 Ultimate telah mencapai 76,21% atau lebih cepat dibandingkan proyeksi awal.
"Terminal 3 Ultimate membutuhkan investasi Rp6 triliun, pembangunannya dilakukan dalam dua tahap, kami menargetkan bisa beroperasi pada Mei 2016, kapasitasnya akan mencapai 25 juta penumpang per tahun," paparnya.
Selain Terminal 3 Ultimate, perseroan juga akan fokus merevitalisasi Terminal 1, sehingga mempunyai kapasitas 44 juta penumpang. Sedangkan Terminal 2, kapasitasinya akan menjadi 25 juta penumpang.
Dengan demikian, Bandara Soekarno-Hatta pada 2017 mendatang diharapkan bisa mempunyai kapasitas 90 juta penumpang dan memenuhi kebutuhan yang ada.
"Di Cengkareng saat ini mencapai 72 juta penumpang, nantinya akan menjadi 86-90 juta penumpang. Kami juga harus membangun landasan ketiga, membangun cargo village dan terminal keempat," pungkasnya.
(Baca: Tujuh dari 13 Bandara AP II Masih Merugi)
(rna)
Lihat Juga :