Laju Rupiah Diproyeksi dalam Tekanan
Rabu, 20 Mei 2015 - 08:47 WIB
Laju Rupiah Diproyeksi dalam Tekanan
A
A
A
JAKARTA - Laju rupiah pada perdagangan hari ini diproyeksi masih dalam tekanan dan berpeluang melenjutkan penurunan sebelumnya.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, Masih mendukungnya berbagai sentimen terhadap penguatan USD dapat berimbas negatif pada laju rupiah, sehingga dikhawatirkan akan terjadi penurunan lanjutan.
"Tetap mewaspadai potensi penurunan lanjutan dan tetap cermati sentimen-sentimen yang ada," kata dia, Rabu (20/5/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.172-Rp13.192/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.183/USD. Posisi ini memburuk 67 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.116/USD.
Rupiah kemarin melanjutkan pelemahannya, terutama dengan kembali melemahnya euro seiring langkah ECB yang akan memberikan stimulus perbaikan ekonomi Zona Eropa. Selain itu, kembali melemahnya harga minyak mentah turut membuat laju USD meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, Masih mendukungnya berbagai sentimen terhadap penguatan USD dapat berimbas negatif pada laju rupiah, sehingga dikhawatirkan akan terjadi penurunan lanjutan.
"Tetap mewaspadai potensi penurunan lanjutan dan tetap cermati sentimen-sentimen yang ada," kata dia, Rabu (20/5/2015).
Reza memprediksi rupiah berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia akan berada pada rentang Rp13.172-Rp13.192/USD.
Sementara posisi rupiah kemarin berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.183/USD. Posisi ini memburuk 67 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.116/USD.
Rupiah kemarin melanjutkan pelemahannya, terutama dengan kembali melemahnya euro seiring langkah ECB yang akan memberikan stimulus perbaikan ekonomi Zona Eropa. Selain itu, kembali melemahnya harga minyak mentah turut membuat laju USD meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.
(rna)