DPR: Pemerintah Terlalu Bereksperimen soal Migas
Kamis, 21 Mei 2015 - 12:15 WIB
DPR: Pemerintah Terlalu Bereksperimen soal Migas
A
A
A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI menilai pemerintah saat ini tengah melakukan eksperimen besar dalam sektor minyak dan gas (migas), dengan menempatkan orang-orang yang tidak ahli dalam institusi, terutama sektor migas di Indonesia.
Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menuturkan, para pejabat yang menduduki posisi strategis institusi migas Tanah Air ditempati orang-orang yang tidak memiliki latar belakang migas. Atas kondisi tersebut, pemerintah seakan mempertaruhkan kondisi migas di Indonesia untuk terus diperbaiki.
"Saya ingin sampaikan pesan ke Pak Amien (Amien Sunaryadi-Kepala SKK Migas), saat ini perminyakan di Indonesia pemerintah sedang melakukan eksperimen besar. Bahwa institusi utama yang mengurus migas ditempati orang yang tidak punya background profesional migas, tidak pernah bersentuhan dengan pengalaman migas," jelasnya dalam acara The 39th IPA Convention and Exhibition di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Mantan Kepala BP Migas ini mengaku pesimistis pemerintah dapat melakukan perbaikan dalam tata kelola migas di Tanah Air dengan kondisi tersebut. "Ini eksperimen yang sangat menentukan. Saya sebagai orang minyak, tidak bisa berharap apa-apa. Saya hanya berdoa mudah-mudahan eksperimen ini berhasil," tegas dia.
Menanggapi hal itu, Amien Sunaryadi mengaku dirinya bukan orang berlatarbelakang perminyakan. Sebab itu, dia sempat dilema dan bingung saat diberi mandat untuk menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di SKK Migas.
"Background saya bukan migas, ditaruh di sini juga bingung. Saya juga belajar migas, tapi enam bulan ini yang saya hadapi bukan soal migas. Baru mau belajar migas, kejatuhan L/C. Pusingnya bukan main. Baru lihat-lihat yang lain, ini urusan PDB eksplorasi gimana. Urusan perpajakan, masterlist. Mana migasnya yang harus saya pelajari," tuturnya.
Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menuturkan, para pejabat yang menduduki posisi strategis institusi migas Tanah Air ditempati orang-orang yang tidak memiliki latar belakang migas. Atas kondisi tersebut, pemerintah seakan mempertaruhkan kondisi migas di Indonesia untuk terus diperbaiki.
"Saya ingin sampaikan pesan ke Pak Amien (Amien Sunaryadi-Kepala SKK Migas), saat ini perminyakan di Indonesia pemerintah sedang melakukan eksperimen besar. Bahwa institusi utama yang mengurus migas ditempati orang yang tidak punya background profesional migas, tidak pernah bersentuhan dengan pengalaman migas," jelasnya dalam acara The 39th IPA Convention and Exhibition di Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Mantan Kepala BP Migas ini mengaku pesimistis pemerintah dapat melakukan perbaikan dalam tata kelola migas di Tanah Air dengan kondisi tersebut. "Ini eksperimen yang sangat menentukan. Saya sebagai orang minyak, tidak bisa berharap apa-apa. Saya hanya berdoa mudah-mudahan eksperimen ini berhasil," tegas dia.
Menanggapi hal itu, Amien Sunaryadi mengaku dirinya bukan orang berlatarbelakang perminyakan. Sebab itu, dia sempat dilema dan bingung saat diberi mandat untuk menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di SKK Migas.
"Background saya bukan migas, ditaruh di sini juga bingung. Saya juga belajar migas, tapi enam bulan ini yang saya hadapi bukan soal migas. Baru mau belajar migas, kejatuhan L/C. Pusingnya bukan main. Baru lihat-lihat yang lain, ini urusan PDB eksplorasi gimana. Urusan perpajakan, masterlist. Mana migasnya yang harus saya pelajari," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :