Pejabat dan Pengusaha Gigit Jari Beli Tanah di Cilamaya

Kamis, 21 Mei 2015 - 21:30 WIB
Pejabat dan Pengusaha...
Pejabat dan Pengusaha Gigit Jari Beli Tanah di Cilamaya
A A A
JAKARTA - Terungkap, banyak pejabat daerah dan pengusaha terlanjur membeli tanah di wilayah Cilamaya, Karawang, Jawa Barat. Mereka kini gigit jari karena Wapres Jusuf Kalla telah memutuskan untuk memindahkan proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya ke daerah lain.

“Mereka berasal dari luar Cilamaya dan Karawang. Ada yang dari Bandung, Bogor, atau Jakarta. Seorang di antara mereka adalah perempuan yang juga pengusaha di Jakarta,” ujar Ahmad Atoilah, ketua kelompok tani Desa Pasirjaya, Cilamaya, Kamis (21/5/2015).

Menurut Ahmad, penolakan yang dilakukan hingga sekarang sangat beralasan. Sebab, ketika membeli tanah di sekitar Cilamaya, mereka berharap bisa menanamkan investasi yang menguntungkan, sebagai imbas adanya pelabuhan berskala internasional.

Di atas tanah tersebut, lanjut dia, ada yang direncakanan untuk bangun gudang, mal, restoran, dan bahkan hotel. Namun, saat JK memutuskan penghentian rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya, harga tanah langsung anjlok. “Sekarang tanah di sini menjadi tidak ada harganya dan tidak ada yang menawar,” katanya.

Ahmad menuturkan, pada 2010, harga tanah di lokasi tersebut masih sekitar Rp50 juta per hektare atau Rp5.000 per meter persegi. Namun, seiring rencana pembangunan pelabuhan, harga terus meningkat hingga Rp700 juta-800 juta per hektare.

Mengenai jenis tanah yang diburu, bukan hanya tanah tambak, namun juga tanah pertanian produktif. Hal ini sangat ironis, karena padi area dekat pantai dikenal memiliki kualitas tinggi. “Memang dipatok-patok merah sebagai tanda bahwa tanah tersebut sudah dijual,” katanya

Aksi para pejabat daerah dan pengusaha dalam membeli tanah-tanah di Cilamaya, tidak lepas dari peran jaringan mafia tanah yang begitu kuat. "Nah, karena sifatnya mafia, maka terdapat banyak sekat di antara jaringan tersebut. Mereka tidak mengenal satu sama lain anggota mafia di luar sekat mereka," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baru Diresmikan, Operasional...
Baru Diresmikan, Operasional Pelabuhan Patimban Sudah Mengundang Tanya
Kuasa Politik di Balik...
Kuasa Politik di Balik Proyek Pelabuhan Patimban
Pelabuhan Internasional...
Pelabuhan Internasional Patimban Dijadwalkan Akan Diresmikan Jokowi Hari Ini
Alur Masuk Barang Kawasan...
Alur Masuk Barang Kawasan Pelabuhan Kini Miliki Aturan Baru
SPSL Perkuat Standar...
SPSL Perkuat Standar Keselamatan di Lingkungan Operasional Pelabuhan
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Budaya K3L di Layanan Pelabuhan
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
12 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved