Pengamat: Beras Plastik Kejahatan Luar Biasa

Jum'at, 22 Mei 2015 - 17:26 WIB
Pengamat: Beras Plastik...
Pengamat: Beras Plastik Kejahatan Luar Biasa
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Bustanul Arifin mengatakan, persoalan beras plastik yang meresahkan masyarakat termasuk kejahatan luar biasa (extraordinary crime).

Pasalnya, implikasinya beras plastik akan sangat besar. Pasalnya, menurut dia, Indonesia saat ini sedang mendorong diversifikasi pangan yang salah satunya adalah dengan beras dari singkong dan beberapa bahan pokok lain.

"ITB buat dari jagung kemudian ada beras analog. Jember membuat dari singkong. Nah di sini, kami merasa khawatir persepsi masyarakat, konsumsi masyarakat yang beralih ke konsumsi lokal, itu akan terganggu," ujar Bustanul di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Dengan beredarnya beras plastik, dia menambahkan, masyarakat jadi enggan mengonsumsi beras singkong dan analog. Hal itu akan menyebabkan terhambatnya upaya diversifikasi pangan lantaran pemerintah gagal menjaga keamanan pangan.

"Kita sembrono, tidak pernah melakukan quality control. Tidak ada mekanisnme ketat untuk pengawasan dan standarisasi prosedur produk pertanian bisa masuk ke pasar, dan otomatis kita tertampar betul," ujar dia.

Bukan hanya beras, dia menambahkan, ikan asin dan beberapa bahan pangan di Indonesia juga sudah terkontaminasi plastik. Kejadian ini, kata dia, menunjukkan bahwa pemerintah seolah tidak berdaya melakukan pengawasan, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

"Nah, bagaiman BPOM? Mereka mengawasi secara register product, jadi yang terdaftar resmi mereka bisa. Tapi kalau UKM, petani kecil itu tidak dalam jangkauan BPOM, berarti kecolongan kita sangat luar biasa," tandasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
39 menit yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
11 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
11 jam yang lalu
Infografis
Zikir Singkat Pagi dan...
Zikir Singkat Pagi dan Sore Hari, Memiliki Keutamaan Luar Biasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved