Inflasi Korsel di Bawah 1% Selama Enam Bulan
Selasa, 02 Juni 2015 - 22:08 WIB
Inflasi Korsel di Bawah 1% Selama Enam Bulan
A
A
A
SEOUL - Data badan statistik Korea Selatan menyebutkan, inflasi Korea Selatan (Korsel) bertahan di bawah 1% selama enam bulan berturut-turut, meningkatkan kekhawatiran bahwa ekonomi negara itu akan memasuki deflasi.
Dikutip dari Xinhua, inflasi harga konsumen naik 0,5% pada Mei dari tahun sebelumnya. Inflasi harga konsumen berada di bawah 1% selama enam bulan berturut sejak Desember tahun lalu.
Setelah tidak termasuk efek dari kenaikan harga rokok, inflasi menurun untuk bulan keempat berturut-turut. Dari Januari tahun ini, harga rokok naik 80%, mengangkat inflasi harga konsumen sebesar 0,58%.
Pertumbuhan negatif akibat kenaikan harga rokok memicu kekhawatiran tentang ekonomi Korea Selatan jatuh ke deflasi. Departemen Keuangan Korea Selatan mengatakan bahwa inflasi yang rendah berasal dari anjloknya harga minyak mentah.
Harga konsumen inti, kecuali produk pertanian dan minyak atsiri, naik 2,1% pada Mei dari tahun sebelumnya, bertahan di atas 2% untuk lima bulan berturut-turut.
Harga konsumen inti tidak termasuk harga makanan dan energi naik 2,2% pada bulan Mei 2015, bertahan di atas 2% untuk lima bulan berturut-turut.
Badan statistik mengatakan bahwa rendahnya harga produk minyak menyebabkan inflasi berada di bawah 1%. Angka inflasi juga disebabkan menurunnya harga gas kota pada Januari, Maret dan Mei.
Harga produk minyak turunan anjlok 19,3% pada Mei dari tahun sebelumnya. Harga gas kota merosot 20,9%, sedangkan harga listrik, air dan gas turun 9%.
Harga barang-barang industri turun 0,3% pada Mei dari tahun sebelumnya. Harga bensin dan solar masing-masing anjlok 17,2% dan 19,9%, dengan harga elpiji untuk penggunaan mobil jatuh 25,3%.
Harga untuk pertanian, peternakan dan perikanan meningkat 2,7% pada Mei secara tahunan. Harga kubis dan bawang masing-masing melonjak 85,9% dan 65,6%.
Harga pelayanan meningkat 1,6%, mendorong inflasi secara keseluruhan sebesar 0,88% pada Mei. Harga pelayanan publik naik 0,5%, dan harga pelayanan pribadi naik 1,8%.
Sementara harga kebutuhan sehari-hari turun 0,4%, tapi harga makanan segar, buah-buahan dan sayuran naik 3,2%, menandai kenaikan pertama dalam 21 bulan terakhir.
Inflasi Korsel di Bawah 1% Selama 6 Bulan
Dikutip dari Xinhua, inflasi harga konsumen naik 0,5% pada Mei dari tahun sebelumnya. Inflasi harga konsumen berada di bawah 1% selama enam bulan berturut sejak Desember tahun lalu.
Setelah tidak termasuk efek dari kenaikan harga rokok, inflasi menurun untuk bulan keempat berturut-turut. Dari Januari tahun ini, harga rokok naik 80%, mengangkat inflasi harga konsumen sebesar 0,58%.
Pertumbuhan negatif akibat kenaikan harga rokok memicu kekhawatiran tentang ekonomi Korea Selatan jatuh ke deflasi. Departemen Keuangan Korea Selatan mengatakan bahwa inflasi yang rendah berasal dari anjloknya harga minyak mentah.
Harga konsumen inti, kecuali produk pertanian dan minyak atsiri, naik 2,1% pada Mei dari tahun sebelumnya, bertahan di atas 2% untuk lima bulan berturut-turut.
Harga konsumen inti tidak termasuk harga makanan dan energi naik 2,2% pada bulan Mei 2015, bertahan di atas 2% untuk lima bulan berturut-turut.
Badan statistik mengatakan bahwa rendahnya harga produk minyak menyebabkan inflasi berada di bawah 1%. Angka inflasi juga disebabkan menurunnya harga gas kota pada Januari, Maret dan Mei.
Harga produk minyak turunan anjlok 19,3% pada Mei dari tahun sebelumnya. Harga gas kota merosot 20,9%, sedangkan harga listrik, air dan gas turun 9%.
Harga barang-barang industri turun 0,3% pada Mei dari tahun sebelumnya. Harga bensin dan solar masing-masing anjlok 17,2% dan 19,9%, dengan harga elpiji untuk penggunaan mobil jatuh 25,3%.
Harga untuk pertanian, peternakan dan perikanan meningkat 2,7% pada Mei secara tahunan. Harga kubis dan bawang masing-masing melonjak 85,9% dan 65,6%.
Harga pelayanan meningkat 1,6%, mendorong inflasi secara keseluruhan sebesar 0,88% pada Mei. Harga pelayanan publik naik 0,5%, dan harga pelayanan pribadi naik 1,8%.
Sementara harga kebutuhan sehari-hari turun 0,4%, tapi harga makanan segar, buah-buahan dan sayuran naik 3,2%, menandai kenaikan pertama dalam 21 bulan terakhir.
Inflasi Korsel di Bawah 1% Selama 6 Bulan
(rna)
Lihat Juga :