Mentan Tegaskan Stok Beras Aman hingga Tujuh Bulan
Rabu, 03 Juni 2015 - 12:10 WIB
Mentan Tegaskan Stok Beras Aman hingga Tujuh Bulan
A
A
A
JAKARTA - Meski banyak anggapan Indonesia akan kekurangan stok beras tahun ini, namun Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produksi beras cukup untuk tujuh bulan ke depan. Pasalnya, produktivas beras terus meningkat.
Dia mengatakan, pada periode Oktober-Maret tahun lalu stok beras mencapai 1,6 juta ton. Stok periode tahun ini meningkat sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Tahun lalu Oktober-Maret terasa enggak kenaikannya? Ada pergerakan enggak? Tahun lalu saja impor 400 ribu ton, stok di Januari sekitar 1,6 juta ton. Jadi yang saya tanyakan, ada enggak manfaatnya impor? Jadi, Oktober-Maret kalau produksi lebih tinggi Oktober-Maret tahun sebelumnya, yakinlah kalau beras kita cukup, menurut laporan Upaya Khusus (Upsus), Badan Pusat Statistik (BPS), ada peningkatan produktivitas," terangnya di Kementan, Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Sementara, produksi padi periode Januari-April 2015 mencapai 32 juta ton atau setara 20 juta ton beras. Atas dasar itu, dia optimis akan cukup untuk tujuh bulan ke depan.
"Januari-April 32 juta ton, ekuivalen beras 20 juta ton. Konsumsi 2,5 juta ton per bulan sampai tujuh bulan ke depan. Cukuplah," imbuh Mentan.
Sementara untuk gabah, saat ini berada di kisaran Rp3.400-Rp3.600 per kg. Amran melanjutkan, dengan harga gabah Rp5.000, beras yang di pasaran di jual dengan harga Rp12 ribu per kg. Kemudian, dengan harga gabah saat ini tapi beras hanya turun 3% maka pasti ada kesalahan distribusi.
"Harga beras yang turun 3%, bukan karena produksi, tapi ada distribusi yang belum sempurna," pungkas Andi.
(Baca: Mentan Janji Perbaiki Distribusi Komoditi Pangan)
Dia mengatakan, pada periode Oktober-Maret tahun lalu stok beras mencapai 1,6 juta ton. Stok periode tahun ini meningkat sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Tahun lalu Oktober-Maret terasa enggak kenaikannya? Ada pergerakan enggak? Tahun lalu saja impor 400 ribu ton, stok di Januari sekitar 1,6 juta ton. Jadi yang saya tanyakan, ada enggak manfaatnya impor? Jadi, Oktober-Maret kalau produksi lebih tinggi Oktober-Maret tahun sebelumnya, yakinlah kalau beras kita cukup, menurut laporan Upaya Khusus (Upsus), Badan Pusat Statistik (BPS), ada peningkatan produktivitas," terangnya di Kementan, Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Sementara, produksi padi periode Januari-April 2015 mencapai 32 juta ton atau setara 20 juta ton beras. Atas dasar itu, dia optimis akan cukup untuk tujuh bulan ke depan.
"Januari-April 32 juta ton, ekuivalen beras 20 juta ton. Konsumsi 2,5 juta ton per bulan sampai tujuh bulan ke depan. Cukuplah," imbuh Mentan.
Sementara untuk gabah, saat ini berada di kisaran Rp3.400-Rp3.600 per kg. Amran melanjutkan, dengan harga gabah Rp5.000, beras yang di pasaran di jual dengan harga Rp12 ribu per kg. Kemudian, dengan harga gabah saat ini tapi beras hanya turun 3% maka pasti ada kesalahan distribusi.
"Harga beras yang turun 3%, bukan karena produksi, tapi ada distribusi yang belum sempurna," pungkas Andi.
(Baca: Mentan Janji Perbaiki Distribusi Komoditi Pangan)
(izz)
Lihat Juga :