Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Rabu, 10 Maret 2021 - 14:56 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development on Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menilai tidak ada koordinasi yang jelas antar Kementerian dalam importasi beras sebesar 1 juta ton. Sebab, Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian mengatakan bahwa stok beras masih surplus.
"Proses koordinasi menjadi problem diantara kementerian, Kementan (Kementerian Pertanian) tidak ada rekomendasi impor tiba-tiba Kemenko mengambil keputusan," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Mafia Impor Diduga Incar Cuan Rp3 Triliun di Balik Kebijakan Impor Beras
Dia menjelaskan bahwa dalam melakukan impor beras harus ada rekomendasi dari Kementan. Namun, dalam hal ini tidak ada statement dari Kementan untuk melakukan impor.
"Nah ini kan lucu di pemerintah itu, kalo by prosedur kan Kementan. Nah ini tidak ada rekomendasi dari Kementan melakukan hal itu. Harus dilihat ulang siapa yang melakukan izin impor ini, kalau Kementan merasa surplus, saya bingung kenapa harus ada impor?" terangnya.
"Proses koordinasi menjadi problem diantara kementerian, Kementan (Kementerian Pertanian) tidak ada rekomendasi impor tiba-tiba Kemenko mengambil keputusan," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (10/3/2021).
Baca juga: Mafia Impor Diduga Incar Cuan Rp3 Triliun di Balik Kebijakan Impor Beras
Dia menjelaskan bahwa dalam melakukan impor beras harus ada rekomendasi dari Kementan. Namun, dalam hal ini tidak ada statement dari Kementan untuk melakukan impor.
"Nah ini kan lucu di pemerintah itu, kalo by prosedur kan Kementan. Nah ini tidak ada rekomendasi dari Kementan melakukan hal itu. Harus dilihat ulang siapa yang melakukan izin impor ini, kalau Kementan merasa surplus, saya bingung kenapa harus ada impor?" terangnya.
Lihat Juga :