Menperin: Pewarna Alami Penguat Brand Tenun Indonesia

Jum'at, 05 Juni 2015 - 19:41 WIB
Menperin: Pewarna Alami...
Menperin: Pewarna Alami Penguat Brand Tenun Indonesia
A A A
LOMBOK - Kompetisi produk tradisional Indonesia memasuki pasar global tidak mudah. Namun, pewarna alami menjadi brand tenun Indonesia di pasar internasional.

"Kalau kita belajar dari merek-merek global yang telah sukses dipasarkan, salah satu strategi pemasarannya ialah mengedepankan nilai atau value. Jadi, tidak sekadar material produk tersebut," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat mengunjungi sentra tenun Lombok di Sukarara, Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (5/6/2015).

Untuk tenun khas Lombok, nilai yang dapat diunggulkan memperkuat brand adalah proses produksi yang menggunakan pewarna alami. Hal ini sesuai dengan tren peduli lingkungan yang menguat.

"Unsur eksklusivitas juga didapatkan. Apalagi tenun ikat dan songket Lombok diproduksi minim sentuhan mesin bahkan manual. Artinya ada unsur craftsmanship," paparnya.

Keunggulan itu mesti terus dipromosikan secara luas. Selain mengikuti pameran di level nasional dan internasional, perajin dapat menggunakan laman atau website untuk menjangkau dan berinteraksi langsung dengan peminat kain tenun Lombok di seluruh dunia.

Menurut Amin, salah satu pelaku tenun Sukarara, jumlah para penenun tenun ikat dan songket di Sukarara mencapai 2.516 orang.

Para penenun menggunakan bahan pewarna alami, antara lain dari akar bakau, daun jati, dan tanaman hutan. "Kami juga menggunakan serat seperti dari batang pisang dan juga nanas," ujarnya.

Pasar Ekspor

Saat mengunjungi sentra anyaman ketak di Nyurbaye, Lingsar, Lombok Barat, Menteri Perindustrian mengapresiasi para perajin yang mampu menembus pasar ekspor.

Anyaman ini berbahan baku tanaman lokal yang kemudian diolah menjadi aneka produk seperti tas, tatakan gelas, asesoris peralatan rumah tangga, tempat tisu, hingga pelengkap interior ruang.

"Produk kami sudah diekspor ke Jepang, Korsel, AS, Italia dan Belanda. Selain ke pembeli dari domestik," ujar Suhartono, pemilik Mawar Artshop sembari mengatakan pernak-pernik dari anyaman ketak juga mengisi interior lobi dan kamar hotel di Bali dan Jakarta.

Kepada para perajin ketak, Kemenperin telah menyalurkan bantuan berupa peralatan dan pendampingan desain. "Kami lakukan bertahap. Untuk peralatan seperti mesin, oven, hingga pisau produksi," kata Direktur Industri Kecil dan Menengah Wilayah III, Endang Suwartini.

Ke depan, pihaknya bakal mendorong perajin anyaman ketak mampu mengekspor langsung ke negara tujuan. Sejauh ini, ekspor masih dilakukan secara tidak langsung alias melalui pihak ketiga.

Untuk itu, Kemenperin bersama Pemda NTB memastikan konsisten mendampingi pengembangan kerajinan ini. Tujuan akhirnya, agar manfaat dari penjualan ke mancanegara dapat dinikmati oleh perajin dengan maksimal dan memperkuat citra Lombok sebagai produsen kerajinan berkualitas global.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Kemenperin Buka 971...
Kemenperin Buka 971 Formasi CPNS, Dari Tenaga Teknis hingga Kesehatan
Harga Gas Diusulkan...
Harga Gas Diusulkan Naik di Atas USD6 per MMBTU
KPK Bekali Pemahaman...
KPK Bekali Pemahaman Antikorupsi Pejabat Tinggi Kementerian Perindustrian
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
2 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
2 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
3 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
4 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved