IHSG Diramal dalam Tren Pelemahan, Cermati Saham Ini
Senin, 08 Juni 2015 - 08:13 WIB
IHSG Diramal dalam Tren Pelemahan, Cermati Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diramal secara tren masih menunjukkan adanya pelemahan. Harapan akan adanya kenaikan dengan asumsi tekanan jual kian mereda dan diikuti positifnya laju bursa saham global.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, tampaknya di akhir pekan kemarin laju IHSG mencoba untuk berbalik naik.
"Diharapkan kenaikan ini masih dapat berlanjut meski kami juga masih berhati-hati dalam menyikapinya karena dikhawatirkan hanya kenaikan sesaat dan dapat dimanfaatkan untuk profit taking," ujarnya di Jakarta, Senin (8/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.070-5.080 dan resisten 5.150-5.175. Laju IHSG akhir pekan lalu bergerak di sekitar target support 5.050-5.078 dan gagal mendekati area target resisten 5.125-5.155.
"Secara tidak terduga laju IHSG mampu berada di zona hijau di akhir sesi perdagangan akhir pekan lalu. Padahal sepanjang sesi I hingga pertengahan sesi II, laju IHSG cenderung bertahan di zona merah," jelas Reza.
Dari sisi fundamental dan sentimen juga tampaknya kurang mendukung adanya penguatan, namun Reza melihat pelaku pasar mulai melakukan aksi beli pada harga bawah atau dengan kata lain melakukan BoW atau bottom fishing.
Sementara penguatan tampaknya ditopang oleh pergerakan mayoritas saham-saham perbankan dan didukung beberapa saham-saham konsumer, dan perdagangan.
Indikator-indikator teknikal pun menunjukkan masih adanya peluang pelemahan. Tetapi, tekanan jual dilihat akan mereda, meskipun belum yakin meredanya tekanan jual tersebut dapat berlanjut.
"Sebelum asumsi tersebut berjalan, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan (jika ada). Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp385,16 miliar menjadi net sell Rp394,22 miliar)," tutur dia.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, yaitu:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.110-Rp1.185. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.140.
PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp21.500-Rp22.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.125.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.000-Rp17.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp17.425.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.600-Rp3.725. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.665.
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.805-Rp2.895. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.845.
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.180-Rp1.255. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.220.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, tampaknya di akhir pekan kemarin laju IHSG mencoba untuk berbalik naik.
"Diharapkan kenaikan ini masih dapat berlanjut meski kami juga masih berhati-hati dalam menyikapinya karena dikhawatirkan hanya kenaikan sesaat dan dapat dimanfaatkan untuk profit taking," ujarnya di Jakarta, Senin (8/6/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.070-5.080 dan resisten 5.150-5.175. Laju IHSG akhir pekan lalu bergerak di sekitar target support 5.050-5.078 dan gagal mendekati area target resisten 5.125-5.155.
"Secara tidak terduga laju IHSG mampu berada di zona hijau di akhir sesi perdagangan akhir pekan lalu. Padahal sepanjang sesi I hingga pertengahan sesi II, laju IHSG cenderung bertahan di zona merah," jelas Reza.
Dari sisi fundamental dan sentimen juga tampaknya kurang mendukung adanya penguatan, namun Reza melihat pelaku pasar mulai melakukan aksi beli pada harga bawah atau dengan kata lain melakukan BoW atau bottom fishing.
Sementara penguatan tampaknya ditopang oleh pergerakan mayoritas saham-saham perbankan dan didukung beberapa saham-saham konsumer, dan perdagangan.
Indikator-indikator teknikal pun menunjukkan masih adanya peluang pelemahan. Tetapi, tekanan jual dilihat akan mereda, meskipun belum yakin meredanya tekanan jual tersebut dapat berlanjut.
"Sebelum asumsi tersebut berjalan, tetap mewaspadai potensi pelemahan lanjutan (jika ada). Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp385,16 miliar menjadi net sell Rp394,22 miliar)," tutur dia.
Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini, yaitu:
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.110-Rp1.185. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.140.
PT United Tractors Tbk (UNTR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp21.500-Rp22.350. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp22.125.
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp17.000-Rp17.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp17.425.
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp3.600-Rp3.725. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.665.
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.805-Rp2.895. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp2.845.
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp1.180-Rp1.255. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp1.220.
(izz)
Lihat Juga :