Ekonomi Melambat, MNC Bank Waspadai Kebijakan LTV

Senin, 08 Juni 2015 - 11:56 WIB
Ekonomi Melambat, MNC...
Ekonomi Melambat, MNC Bank Waspadai Kebijakan LTV
A A A
JAKARTA - Presiden Direktur PT Bank MNC Internasional (MNC Bank) Benny Purnomo mewaspadai kebijakan pelonggaran loan to value (LTV) saat ekonomi sedang melambat.

Dia mengaku khawatir akan terjadi peningkatan nonperforming loan (NPL) atau kredit macet di sektor perbankan.

"Harus juga pikirkan dengan kondisi ekonomi sekarang akan terjadi banyak NPL dari kredit rumah dan mobil. Itu yang hati-hati," ujarnya di Jakarta, Senin (8/6/2015).

Kendati demikian, menurutnya, pelonggaran LTV atau down payment (DP) kepemilikan rumah tersebut baik bagi perbankan karena aturan sebelumnya sebesar 30% dirasa memberatkan.

"LTV diubah dari sebelumnya 30%, bersyukur. Artinya, bank lebih leluasa. Masyarakat mempunyai DP 30% tidak mudah," jelas Benny.

Pihaknya memiliki cara untuk dapat meminimalkan risiko peningkatan NPL dengan fokus meningkatkan kualitas.

"Fokus ke kualitas aset ketika ekonomi melambat, risiko NPL tinggi harus cari nasabah kredit dengan hati-hati," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rayakan Hari Pelanggan...
Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Jajaran Direksi MNC Bank Turun Layani Nasabah
Hari Pelanggan Nasional,...
Hari Pelanggan Nasional, MNC Bank Manjakan Nasabah dengan Program Spesial
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
MNC Bank Targetkan Volume...
MNC Bank Targetkan Volume Tabungan di Kisaran Rp1,5 - Rp2 Triliun
PT Taspen Gandeng MNC...
PT Taspen Gandeng MNC Bank Layani Pensiunan Gunakan MotionBanking
MNC Bank Berusia Satu...
MNC Bank Berusia Satu Dekade, Hary Tanoesoedibjo: Jadi Pijakan Tumbuh Lebih Baik
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
45 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved