IHSG Bisa Rebound jika Pemerintah Serius Atasi Ekonomi
Rabu, 10 Juni 2015 - 06:35 WIB
IHSG Bisa Rebound jika Pemerintah Serius Atasi Ekonomi
A
A
A
JAKARTA - Head of Research MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa kembali rebound jika pemerintah serius mengatasi permasalahan ekonomi secara makro. Menurutnya, koreksi yang dialami IHSG pada pekan ini disebabkan melemahnya rupiah, inflasi, dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
"Kejatuhan nilai tukar rupiah menambah beban GDP, hingga berimbas pada inflasi. Belum lagi dampak kenaikan BBM, pertamax diperkirakan masih di atas Rp10.000," ujar Edwin kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dibutuhkan stimulus sebagai penggerak roda ekonomi nasional. Hal yang paling tepat, yaitu percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. Di sisi lain, sebagian besar kegiatan ekonomi di dalam negeri masih berbasis impor. Hal ini yang menyebabkan rupiah terus terpuruk terhadap dolar Amerika Serikar (USD).
"IHSG bisa saja terpuruk hingga di bawah level 4.800, penurunan ini akan terjadi hingga Juli 2015. Namun, akan berbalik arah saat pemerintah aktif membangun infrastruktur di bulan Agustus mendatang," paparnya.
Meski demikian, kata Edwin, investor bisa mengkoleksi sejumlah sektor emiten yang dinilai masih aman di saat IHSG kian meredup. Di antaranya, sektor pendukung infrastruktur, sektor perbankan, dan terakhir sektor konsumsi. Ketiga sektor tersebut dinilai cukup kuat ketika IHSG jatuh.
"Kuartal III dan IV akan ada kenaikan pencairan anggaran infrastruktur pemerintah, dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan bergerak membaik dan IHSG akan rebound. Kalau pemerintah disiplin kita optimis IHSG akhir tahun ini bisa mencapai level 5.590," pungkasnya.
Baca: Tersengat Wall Street, IHSG Dibuka Makin Parah
"Kejatuhan nilai tukar rupiah menambah beban GDP, hingga berimbas pada inflasi. Belum lagi dampak kenaikan BBM, pertamax diperkirakan masih di atas Rp10.000," ujar Edwin kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (9/6/2015).
Lebih lanjut, dia menjelaskan, dibutuhkan stimulus sebagai penggerak roda ekonomi nasional. Hal yang paling tepat, yaitu percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015. Di sisi lain, sebagian besar kegiatan ekonomi di dalam negeri masih berbasis impor. Hal ini yang menyebabkan rupiah terus terpuruk terhadap dolar Amerika Serikar (USD).
"IHSG bisa saja terpuruk hingga di bawah level 4.800, penurunan ini akan terjadi hingga Juli 2015. Namun, akan berbalik arah saat pemerintah aktif membangun infrastruktur di bulan Agustus mendatang," paparnya.
Meski demikian, kata Edwin, investor bisa mengkoleksi sejumlah sektor emiten yang dinilai masih aman di saat IHSG kian meredup. Di antaranya, sektor pendukung infrastruktur, sektor perbankan, dan terakhir sektor konsumsi. Ketiga sektor tersebut dinilai cukup kuat ketika IHSG jatuh.
"Kuartal III dan IV akan ada kenaikan pencairan anggaran infrastruktur pemerintah, dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan bergerak membaik dan IHSG akan rebound. Kalau pemerintah disiplin kita optimis IHSG akhir tahun ini bisa mencapai level 5.590," pungkasnya.
Baca: Tersengat Wall Street, IHSG Dibuka Makin Parah
(dmd)
Lihat Juga :