Laba Unilever Tumbuh 8,3%

Rabu, 10 Juni 2015 - 08:20 WIB
Laba Unilever Tumbuh...
Laba Unilever Tumbuh 8,3%
A A A
JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) membukukan laba usaha meningkat 8,3% menjadi Rp7,8 triliun dengan margin laba usaha 22,5%.

Sementara, perseroan mencatatkan penjualan Rp34,5 triliun, naik 12,2% dari tahun sebelumnya. Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Hemant Bakshi mengatakan, divisi foods and refreshments memberikan kontribusi penjualan Rp9.9 triliun. Sementara, divisi home and personal care meraih penjualan Rp24.6 triliun.

”Kami menerapkan strategi harga yang tepat dan penyempurnaan proses bisnis yang terus menerus. Melemahnya nilai rupiah serta kenaikan upah minimum regional selama 2014 telah menyebabkan kenaikan biaya-biaya,” ujarnya dalam pernyataan resminya kemarin. Selain itu, perseroan memiliki strategi pertumbuhan bisnis berkelanjutan mereka yang disebut Unilever Sustainable Living Plan (USLP). ”Strategi ini merupakan strategi global yang bertujuan untuk menumbuhkan bisnis lebih cepat,” ungkapnya.

Saat strategi ini diluncurkan pada 2010, ditetapkan tiga target utama yang ingin dicapai oleh perseroan secara global di 2020. Yakni membantu meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia, menekan hingga separuh jejak lingkungan yang ditimbulkan oleh produk-produk Unilever. Unilever juga memasok 100% bahan baku pertanian dari sumber yang berkelanjutan serta meningkatkan penghidupan jutaan orang di seluruh dunia.

”Kami sudah menerapkan strategi ini selama empat tahun,” imbuhnya. Dia memaparkan, secara global strategi ini telah membawa semakin banyak dampak positif bagi perseroan, dari segi pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya, serta kemampuan untuk bertahan di masa depan. Mengenai pandangan untuk 2015, lanjutnya, perseroan tidak melihat adanya perubahan besar dalam situasi bisnis. Kompetisi yang semakin ketat akan menjadi tantangan yang utama, terutama dengan masuknya pemain-pemain lokal dan internasional yang ingin segera memanfaatkan potensi pasar di Indonesia.

”Agar bisa mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar, perseroan harus mampu mengantisipasi kebutuhan dan selera pasar yang semakin dinamis dan canggih,” katanya. Di sisi lain, pada 2015, dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), menyetujui pembagian dividen sebesar Rp752 per saham dari laba bersih kuartal IV/2014.

”Dividen final akan kami bagikan bulan depan sebesar Rp416 per saham. Sebelumnya kami sudah membagikan Rp336 per saham pada 5 Desember 2014. Total menjadi Rp752 per saham atau setara dengan Rp5,7 triliun,” pungkasnya.

Arsy ani s
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
14 menit yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
34 menit yang lalu
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
38 menit yang lalu
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
41 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
56 menit yang lalu
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
1 jam yang lalu
Infografis
Pariwisata Berbasis...
Pariwisata Berbasis Olah­raga Kian Tumbuh dan Bergairah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved