BKPM: Industri Terlalu Padat di Jawa
Jum'at, 12 Juni 2015 - 13:16 WIB
BKPM: Industri Terlalu Padat di Jawa
A
A
A
SOLO - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, industri di beberapa daerah pulau Jawa sudah terlalu padat. Misalnya, ada beberapa daerah yang industrinya hanya di jalan-jalan umum.
"Seperti di Sragen, yang saya lihat itu, di sana kenapa enggak masuk industri di desa-desa? Sayangnya industri itu hanya mengumpul disepanjang jalan utama. Tidak menyebar ke wilayah-wilayah dalam yang memiliki tingkat kemiskinan di zona merah," katanya di Solo, Jumat (12/6/2015).
Faktor utama yang mengganjal, menurut pengamatan Franky, biasanya ditopang dari masalah jalan, infrastruktur, sehingga industri hanya menyebar ke daerah yang jalannya besar dan infrastruktur lainnya banyak.
"Sehingga kalau infrastruktur di desa-desa enggak bertambah, munculnya di situ-situ saja dan pada akhirnya tidak berkembang," ujar dia.
Namun, pihaknya berharap wilayah lain bisa seperti Sragen yang nilai investasi di kabupatennya melejit tinggi dari tahun ke tahun.
"2014 mencapai Rp600 miliar, sekarang sudah Rp1,2 triliun. Itu investasi di Sragen untuk indusrtri. Kalau yang lain bisa seperti Sragen, bisa dibayangkan akan menyerap berapa tenaga kerja Indonesia," pungkas Franky.
Baca:
BKPM: Tak Mudah Relokasi Industri ke Jateng
Kawasan Industri Jateng Diklaim Bukan Lahan Pemukiman
"Seperti di Sragen, yang saya lihat itu, di sana kenapa enggak masuk industri di desa-desa? Sayangnya industri itu hanya mengumpul disepanjang jalan utama. Tidak menyebar ke wilayah-wilayah dalam yang memiliki tingkat kemiskinan di zona merah," katanya di Solo, Jumat (12/6/2015).
Faktor utama yang mengganjal, menurut pengamatan Franky, biasanya ditopang dari masalah jalan, infrastruktur, sehingga industri hanya menyebar ke daerah yang jalannya besar dan infrastruktur lainnya banyak.
"Sehingga kalau infrastruktur di desa-desa enggak bertambah, munculnya di situ-situ saja dan pada akhirnya tidak berkembang," ujar dia.
Namun, pihaknya berharap wilayah lain bisa seperti Sragen yang nilai investasi di kabupatennya melejit tinggi dari tahun ke tahun.
"2014 mencapai Rp600 miliar, sekarang sudah Rp1,2 triliun. Itu investasi di Sragen untuk indusrtri. Kalau yang lain bisa seperti Sragen, bisa dibayangkan akan menyerap berapa tenaga kerja Indonesia," pungkas Franky.
Baca:
BKPM: Tak Mudah Relokasi Industri ke Jateng
Kawasan Industri Jateng Diklaim Bukan Lahan Pemukiman
(izz)
Lihat Juga :