Pemerataan Investasi, Penanaman Modal di Luar Jawa Meningkat 19,3%

Senin, 20 April 2020 - 16:36 WIB
loading...
Pemerataan Investasi,...
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi yang masuk ke Indonesia kini mulai menyebar tidak hanya fokus di pulau Jawa. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat investasi yang masuk ke Indonesia kini mulai menyebar tidak hanya fokus di pulau Jawa. Realisasi investasi baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di luar Jawa meningkat pada kuartal I 2020 sebesar 19,3% .

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, realisasi investasi di luar Jawa pada kuartal pertama tahun ini sebesar 48,6% dari total investasi atau sebesar Rp102,4 triliun, dimana pada periode sama tahun lalu hanya Rp85,8 triliun. Sementara investasi di Jawa sebesar 51,4% atau Rp.108,3 triliun, menurun dari periode sama sebelumnya Rp.109,3 triliun.

"Ini membuktikan, pembangunan infrastruktur selama pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK (Jusuf Kalla) lima tahun kemarin mulai berdampak. Sebab syarat realisasi investasi minimal tiga, pertama infrastruktur harus bagus, kedua tenaga kerja tersedia murah, dan ketiga bagaimana pendekatan bahan baku," tutur Bahlil di Jakarta, Senin (20/4/2020).

Lebih lanjut ditargetkan ke depannya investasi antara di Jawa dan di luar Jawa bisa berimbang. Menurutnya, para investor sudah mulai melirik berbagai kawasan di luar Jawa.

"Hal menggembirakannya yaitu peningkatan realisasi ini disumbang oleh investasi di Indonesia bagian timur. Khususnya peningkatan hilirisasi industri hasil tambang mineral usai pelarangan ekspor bijih nikel di akhir tahun 2019. Kita akan terus dorong pemerataan investasi di luar Pulau Jawa," tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Berita Terkini
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Purbaya Beberkan Penyebab...
Purbaya Beberkan Penyebab Neraca Perdagangan Mei 2026 Defisit
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved