Waspadai Potensi Penurunan Lanjutan IHSG Pekan Depan
Minggu, 14 Juni 2015 - 10:43 WIB
Waspadai Potensi Penurunan Lanjutan IHSG Pekan Depan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) pada pekan depan diprediksi memiliki potensi penurunan lanjutan pada pekan depan.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen positif dan masih adanya aksi jual membuat peluang IHSG untuk berbalik naik kian tertutup meski sudah terperosok dalam ke zona merah.
"Kami masih berharap akan adanya sentimen positif di pekan depan untuk memperbaiki laju IHSG. Tetapi, jika harapan tersebut tidak terwujud maka tetap mewaspadai masih adanya potensi penurunan lanjutan," kata dia, Minggu (14/6/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.800-4.885 dan resisten 4.986-5.100. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada pekan depan, yakni BWPT, LINK, AMRT, MYRX, PWON, ASII dan BJBR.
Sementara sejumlah data ekonomi yang patut diperhatikan, di antaranya dari dalam negeri, balance of trade, export, import, loan growth, interest rate decision. Dari China, data house price index; dan Australia, data RBA meeting minutes, new motor vehicle sales, Westpac lending index
Sedangkan dari Jepang, data balance of trade, export, import; Jerman, data inflation rate, ZEW economic sentiment, ZEW current conditions; Spanyol, data balance of trade; dan Inggris, data inflation rate, retail price index, unemployment rate, claimant count change, MPC meeting minutes, retail sales.
Adapun data dari Italia, berupa inflation rate, balance of trade; zona Eropa, yakni data balance of trade, employment change, ZEW economic sentiment, inflation rate, construction output.
Selain itu data dari Amerika Serikat, yaitu data manufacturing production, industrial production, NAHB housing market index, housing starts, building permits, redbook, MBA mortgage application, Fed interest rate decisions, inflation rate, CB leading index dan initial jobless claims.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, belum adanya sentimen positif dan masih adanya aksi jual membuat peluang IHSG untuk berbalik naik kian tertutup meski sudah terperosok dalam ke zona merah.
"Kami masih berharap akan adanya sentimen positif di pekan depan untuk memperbaiki laju IHSG. Tetapi, jika harapan tersebut tidak terwujud maka tetap mewaspadai masih adanya potensi penurunan lanjutan," kata dia, Minggu (14/6/2015).
Dia memperkirakan, IHSG akan berada pada rentang support 4.800-4.885 dan resisten 4.986-5.100. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan pada pekan depan, yakni BWPT, LINK, AMRT, MYRX, PWON, ASII dan BJBR.
Sementara sejumlah data ekonomi yang patut diperhatikan, di antaranya dari dalam negeri, balance of trade, export, import, loan growth, interest rate decision. Dari China, data house price index; dan Australia, data RBA meeting minutes, new motor vehicle sales, Westpac lending index
Sedangkan dari Jepang, data balance of trade, export, import; Jerman, data inflation rate, ZEW economic sentiment, ZEW current conditions; Spanyol, data balance of trade; dan Inggris, data inflation rate, retail price index, unemployment rate, claimant count change, MPC meeting minutes, retail sales.
Adapun data dari Italia, berupa inflation rate, balance of trade; zona Eropa, yakni data balance of trade, employment change, ZEW economic sentiment, inflation rate, construction output.
Selain itu data dari Amerika Serikat, yaitu data manufacturing production, industrial production, NAHB housing market index, housing starts, building permits, redbook, MBA mortgage application, Fed interest rate decisions, inflation rate, CB leading index dan initial jobless claims.
(rna)
Lihat Juga :