DPD Desak Pemerintah Bentuk Badan Pangan Nasional

Selasa, 16 Juni 2015 - 14:56 WIB
DPD Desak Pemerintah...
DPD Desak Pemerintah Bentuk Badan Pangan Nasional
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menekankan urgensi peraturan presiden (Perpres) pengendalian harga bahan pangan pokok dan pembentukan badan pangan nasional di Indonesia.

Ketua Komite II DPD, Parlindungan Purba mengemukakan, bekerja sama dengan pihak terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian pangan merupakan masalah yang strategis dan fundamental.

"Kita mempunyai amanat Undang-undang Pangan No 18 tahun 2012 itu harus ada Perpres tentang lembaga otoritas yang mengatur tentang pangan belum ada. Padahal, harus segera dilaksanakan," ujar senator asal Sumatera Utara tersebut dalam Dialog ‘Pangan Kita’ yang juga menghadirkan narasumber Andi Sinulingga (pemerhati politik pangan) dan Arif Satria (Dekan FEMA IPB/Ketua Umum Ikatan Sarjana Pertanian Indonesia) terkait dengan tema penataan kelembagaan pangan di Indonesia.

"Sedangkan yang dimaksud UU Perdagangan No 7 disebutkan harus ada Perpres yang mengatur tentang ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan barang penting yang berkualitas dan memadai sehingga menyebabkan ketiadaan peran pemerintah di lapangan,” tambahnya.

Parlindungan menegaskan intervensi pemerintah hingga saat ini belum konkret, walaupun Menteri sudah melakukan blusukan diperlukan adanya back up Perpres khususnya tentang pengendalian harga kebutuhan pokok, karena di sana nanti akan diatur produk/bahan kebutuhan pokok mana yang harus dijaga.

“Sebab itu, Perpres ini semoga dapat cepat disahkan keluar oleh pemerintah sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Diharapkan dengan kedua poin penting tersebut pemerintah mampu menyelesaikan problem pangan ini 30-40%,” terangnya.

Hal senada disampaikan Andi Sinulingga. Dia menyatakan pemerintah harus mempunyai lembaga/ badan pangan nasional yang mempunyai otoritas yang kuat. “Lembaga yang mempunyai otoritas yang kuat menentukan posisi pemerintah dalam keberpihakan yang jelas terhadap masyarakat. Sehingga, lembaga seperti Bulog ‘yang setengah-setengah’ tidak tercipta lagi dan diharapkan lembaga tersebut powerful,” tegasnya.

Sementara Arif Satria memberikan penjelasan salah satu solusi pangan di republik ini adalah dengan penganekaragaman makanan untuk konsumen. “Perilaku konsumen diharapkan dapat diubah dengan penganekaragaman makanan. Isu dan problem tentang ketersediaan pangan ini akan tetap bergulir dan saya setuju jika akan dibentuk badan/lembaga yang dapat menyelesaikan hal tersebut,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Badan Ketahanan Pangan...
Badan Ketahanan Pangan Luncurkan Marketplace PasTani
Pemerintah Diminta Lakukan...
Pemerintah Diminta Lakukan Inovasi Bantuan Pangan
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Raih Penghargaan Keamanan...
Raih Penghargaan Keamanan Pangan, Pemkot Makassar: Ini Tidak Lepas dari Kerja Keras
Peringati Hari Pangan,...
Peringati Hari Pangan, KRKP Bersama YBBS Ajak Siswa Berdayakan Lahan di Sekolah
Badan Pangan Nasional...
Badan Pangan Nasional Inginkan Pembeli dan Pedagang Sama-sama Untung
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
5 jam yang lalu
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
7 jam yang lalu
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
7 jam yang lalu
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
7 jam yang lalu
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
8 jam yang lalu
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
8 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved