YLKI Minta ESDM Jujur soal Beban Subsidi Listrik
Rabu, 17 Juni 2015 - 11:35 WIB
YLKI Minta ESDM Jujur soal Beban Subsidi Listrik
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jujur terkait beban subsidi listrik yang terlampau besar untuk pelanggan rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA.
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan, pemerintah jangan menyalahkan konsumen yang memiliki lebih dari satu rumah atas rencana pengurangan subsidi dan kenaikan tarif listrik dua golongan rumah tangga tersebut tahun depan.
"Nah itu hanya beberapa orang saja yang punya rumah lebih dari satu. Jadi enggak mungkin sebanyak itu. Ada di kota besar saja. Jadi pemerintah harus fair," tuturnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Menurutnya, saat ini subsidi listrik masih sangat tinggi sekitar Rp78 triliun, dan itu habis untuk golongan rumah tangga 450 VA dan 900 VA. Sementara untuk golongan 1.300 VA tarifnya sudah terlalu sering dinaikkan.
"Memang saya kira golongan 1.300 Va sudah naik signifikan. Jadi enggak mungkin digarap selain golongan itu (450 VA dan 900 VA). Pemerintah jadi harus fair. Jujur saja subsidi habis di golongan itu. Karena golongan 1.300 VA sudah naik berkali-kali," pungkas Tulus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengungkapkan, pengurangan subsidi dilakukan lantaran banyak konsumen yang memiliki rumah lebih dari satu namun menggunakan listrik berdaya 450 VA hingga 900 VA.
Padahal, mereka termasuk golongan mampu yang seharusnya tidak mendapat subsidi. "Kan masyarakat yang rumahnya tiga sampai empat (dapat listrik 450VA sampai 900VA)," tuturnya. (Baca: Siap-siap Tarif Listrik 450 VA Bakal Naik).
Menurutnya, dengan dialihkannya subsidi listrik ke kartu, maka hanya konsumen yang memiliki kartu tersebut yang bisa memperoleh subsidi. Artinya, pemberian subsidi akan lebih efisien dan tepat sasaran.
"Kalau dengan subsidi langsung, kan dia cuma nerima sekali (satu). Tapi kalau rumahnya 3-4, dia di rumah satu dapat, kedua dapat, maksudnya lebih tetap sasaran. Kan banyak rumahnya tiga sampai empat listriknya 900 VA," jelas dia.
Baca juga:
Alasan Pemerintah Pangkas Subsidi Listik Rumah Tangga
Ekonomi Lesu, Penjualan Listrik PLN Turun
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menuturkan, pemerintah jangan menyalahkan konsumen yang memiliki lebih dari satu rumah atas rencana pengurangan subsidi dan kenaikan tarif listrik dua golongan rumah tangga tersebut tahun depan.
"Nah itu hanya beberapa orang saja yang punya rumah lebih dari satu. Jadi enggak mungkin sebanyak itu. Ada di kota besar saja. Jadi pemerintah harus fair," tuturnya saat dihubungi Sindonews di Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Menurutnya, saat ini subsidi listrik masih sangat tinggi sekitar Rp78 triliun, dan itu habis untuk golongan rumah tangga 450 VA dan 900 VA. Sementara untuk golongan 1.300 VA tarifnya sudah terlalu sering dinaikkan.
"Memang saya kira golongan 1.300 Va sudah naik signifikan. Jadi enggak mungkin digarap selain golongan itu (450 VA dan 900 VA). Pemerintah jadi harus fair. Jujur saja subsidi habis di golongan itu. Karena golongan 1.300 VA sudah naik berkali-kali," pungkas Tulus.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengungkapkan, pengurangan subsidi dilakukan lantaran banyak konsumen yang memiliki rumah lebih dari satu namun menggunakan listrik berdaya 450 VA hingga 900 VA.
Padahal, mereka termasuk golongan mampu yang seharusnya tidak mendapat subsidi. "Kan masyarakat yang rumahnya tiga sampai empat (dapat listrik 450VA sampai 900VA)," tuturnya. (Baca: Siap-siap Tarif Listrik 450 VA Bakal Naik).
Menurutnya, dengan dialihkannya subsidi listrik ke kartu, maka hanya konsumen yang memiliki kartu tersebut yang bisa memperoleh subsidi. Artinya, pemberian subsidi akan lebih efisien dan tepat sasaran.
"Kalau dengan subsidi langsung, kan dia cuma nerima sekali (satu). Tapi kalau rumahnya 3-4, dia di rumah satu dapat, kedua dapat, maksudnya lebih tetap sasaran. Kan banyak rumahnya tiga sampai empat listriknya 900 VA," jelas dia.
Baca juga:
Alasan Pemerintah Pangkas Subsidi Listik Rumah Tangga
Ekonomi Lesu, Penjualan Listrik PLN Turun
(izz)
Lihat Juga :