Penyebab Pelemahan Rupiah Tak Mampu Dongkrak Ekspor

Kamis, 18 Juni 2015 - 07:02 WIB
Penyebab Pelemahan Rupiah...
Penyebab Pelemahan Rupiah Tak Mampu Dongkrak Ekspor
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengungkapkan, penyebab pelemahan rupiah tidak mampu mendongkrak ekspor Indonesia. Menurutnya, hal ini karena China (Tiongkok) sebagai mitra utama dagang Indonesia mengalami perlambatan ekonomi.

Di saat rupiah melemah, kata dia, hal ini akan membuat barang ekspor jadi lebih murah. Namun, jika negara yang meminta ekonominya sedang turun maka negara tersebut tidak akan meminta barang ke Indonesia.

"Sama analoginya seperti kita enggak punya pendapatan, barang dimurahin, jadi enggak beli barang. Dari mitra dagang kita saja seperti China biasanya tumbuh 9-10%, tapi sekarang tumbuhnya hanya 6-7%," ujarnya di Grand Hyatt Jakarta, Rabu (17/6/2015)

Dia mengatakan, walaupun harga barang murah namun jika di sana (negara tujuan ekspor) pertumbuhan ekonominya melambat, mereka tidak membeli barang.

"Jadi semua tergantung permintaannya. Kombinasinya itu dari dua. Mungkin ada suplai on stream di sini, tapi juga karena permintaannya di sana melemah," katanya.

Menurut Chatib, ada negara yang mata uangnya melemah. Namun, tetap bisa menggenjot ekspor karena memanfaatkan situasi depresiasi. Namun yang bisa hanya negara yang tujuan ekspor utamanya Amerika Seikat (AS)

"Saya rasa yang negara tujuan utamanya Amerika. Kita memang manufacturingnya ke sana, tapi bukan yang utama. Kita itu China, Jepang dan ASEAN. Nah, tiga kawasan itu slowdown. Jadi, kalau negara yang orientasi manufacturingnya ke AS, mereka somehow dapat benefit recovery yang terjadi di AS," imbuhnya.

Kalaupun ada cara untuk menggenjot ekspor Indonesia dalam situasi seperti sekarang, lanjut Chatib, yang paling utama adalah dengan permudah trade financing. Karena jika permintaan di negara tersebut melemah, eksportirnya tidak mau ambil risiko.

"Trade financing ini bisa dilakukan. Tapi tetap itu limited. Kalau enggak ada yang minta ya mau diapain? Jadi eksportir enggak bisa terlalu banyak diharapkan. Di mana-mana pasti akan kena," pungkasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Jeblok, Menperin...
Rupiah Jeblok, Menperin Sebut Bisa Bahayakan Industri Manufaktur
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Neraca Dagang Surplus...
Neraca Dagang Surplus Bantu Ketahanan Ekonomi dan Rupiah
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
18 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
38 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved