Kenaikan Suku Bunga Fed Menunggu Akhir Tahun
Jum'at, 19 Juni 2015 - 09:42 WIB
Kenaikan Suku Bunga Fed Menunggu Akhir Tahun
A
A
A
WASHINGTON - Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/ Fed) mempertahankan suku bunga tetap mendekati nol kemarin. Meski demikian, Chair Fed Janet Yellen menjelaskan, kenaikan pertama suku bunga dalam sembilan tahun tampaknya akan terjadi pada akhir tahun ini.
Setelah dua hari rapat kebijakan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed kembali menunda kenaikan suku bunga federal kendati FOMC melihat ekonomi kembali menguat dari penyusutan pada semester I/2015. Yellen menjelaskan, ekonomi masih memiliki beberapa titik lemah dan FOMC perlu melihat lebih banyak bukti perbaikan sebelum menaikkan suku bunga secara bertahap.
”Ruang untuk pemulihan lebih lanjut masih ada. Kolega saya dan saya akan melihat lebih banyak bukti bahwa level moderat pertumbuhan ekonomi tetap ada sehingga kondisi di pasar tenaga kerja akan terus membaik dan inflasi akan kembali ke 2%,” papar Yellen, dikutip kantor berita AFP.
Setelah musim dingin ekstrem, Fed menggambarkan pertumbuhan ekonomi AS kembali ke level moderat selama dua bulan terakhir. Fed memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,8-2%, penurunan tajam dari outlook Maret, untukmenyesuaikan dengan penurunan pada kuartal I/2015.
Kendati demikian, para pembuat kebijakan memperkirakan pertumbuhan naik ke level moderat sebesar 2,4-2,7% tahun depan dan tingkat pengangguran turun dari 5,5% sekarang menjadi paling rendah 5,2% pada akhir tahun dan 4,9% pada 2016. Bersama proyeksi penguatan inflasi, Yellen menjelaskan, kondisi ini akan menjamin pengetatan awal kebijakan moneter sebelum akhir tahun. Tingkat suku bunga Fed berada di level nol sejak krisis keuangan 2008, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan dana murah.
Sejumlah prediksi yang dibuat para anggota FOMC mengindikasikan sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga di atas 0,5% pada Desember. Itu berarti sinyal dua kali kenaikan 0,25% poin dari September, menurut sebagian besar analis. ”Berdasarkan pada penilaian ekonomi ini, pejabat Fed memperkirakan suku bunga federal pada akhir tahun sebesar 0,625%, sama seperti sebelumnya, dan konsisten dengan dua kenaikan suku bunga akhir tahun ini,” kata Nariman Behravesh, kepala ekonom IHS.
Yellen menjelaskan, masih ada sinyal siklus pelemahan ekonomi, khususnya di pasar tenaga kerja. ”Pertumbuhan gaji lambat dan tingkat partisipasi tenaga kerja tetap lemah,” ujarnya. Meski tidak mengaitkan dengan kebijakan moneter, dia menyatakan kekhawatiran tentang imbas ekonomi jika Yunani dan para kreditor tidak mencapai kesepakatan untuk dana talangan (bailout ) lebih lanjut pada Athena.
”Ini situasi sangat sulit. Bahwa, di sana tidak ada kesepakatan saya melihat potensi kekacauan yang dapat memengaruhi outlook ekonomi Eropa dan pasar keuangan global,” kata Yellen. Pelunakan sikap ini jelas dalam perubahan proyeksi suku bunga oleh para anggota FOMC pada akhir 2016. Pada Maret rata-rata prediksi sebesar 1,875%. Rata-rata untuk Desember 2016 sebesar 1,625%.
Syarifudin
Setelah dua hari rapat kebijakan, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Fed kembali menunda kenaikan suku bunga federal kendati FOMC melihat ekonomi kembali menguat dari penyusutan pada semester I/2015. Yellen menjelaskan, ekonomi masih memiliki beberapa titik lemah dan FOMC perlu melihat lebih banyak bukti perbaikan sebelum menaikkan suku bunga secara bertahap.
”Ruang untuk pemulihan lebih lanjut masih ada. Kolega saya dan saya akan melihat lebih banyak bukti bahwa level moderat pertumbuhan ekonomi tetap ada sehingga kondisi di pasar tenaga kerja akan terus membaik dan inflasi akan kembali ke 2%,” papar Yellen, dikutip kantor berita AFP.
Setelah musim dingin ekstrem, Fed menggambarkan pertumbuhan ekonomi AS kembali ke level moderat selama dua bulan terakhir. Fed memangkas proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,8-2%, penurunan tajam dari outlook Maret, untukmenyesuaikan dengan penurunan pada kuartal I/2015.
Kendati demikian, para pembuat kebijakan memperkirakan pertumbuhan naik ke level moderat sebesar 2,4-2,7% tahun depan dan tingkat pengangguran turun dari 5,5% sekarang menjadi paling rendah 5,2% pada akhir tahun dan 4,9% pada 2016. Bersama proyeksi penguatan inflasi, Yellen menjelaskan, kondisi ini akan menjamin pengetatan awal kebijakan moneter sebelum akhir tahun. Tingkat suku bunga Fed berada di level nol sejak krisis keuangan 2008, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan dana murah.
Sejumlah prediksi yang dibuat para anggota FOMC mengindikasikan sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga di atas 0,5% pada Desember. Itu berarti sinyal dua kali kenaikan 0,25% poin dari September, menurut sebagian besar analis. ”Berdasarkan pada penilaian ekonomi ini, pejabat Fed memperkirakan suku bunga federal pada akhir tahun sebesar 0,625%, sama seperti sebelumnya, dan konsisten dengan dua kenaikan suku bunga akhir tahun ini,” kata Nariman Behravesh, kepala ekonom IHS.
Yellen menjelaskan, masih ada sinyal siklus pelemahan ekonomi, khususnya di pasar tenaga kerja. ”Pertumbuhan gaji lambat dan tingkat partisipasi tenaga kerja tetap lemah,” ujarnya. Meski tidak mengaitkan dengan kebijakan moneter, dia menyatakan kekhawatiran tentang imbas ekonomi jika Yunani dan para kreditor tidak mencapai kesepakatan untuk dana talangan (bailout ) lebih lanjut pada Athena.
”Ini situasi sangat sulit. Bahwa, di sana tidak ada kesepakatan saya melihat potensi kekacauan yang dapat memengaruhi outlook ekonomi Eropa dan pasar keuangan global,” kata Yellen. Pelunakan sikap ini jelas dalam perubahan proyeksi suku bunga oleh para anggota FOMC pada akhir 2016. Pada Maret rata-rata prediksi sebesar 1,875%. Rata-rata untuk Desember 2016 sebesar 1,625%.
Syarifudin
(bbg)