USD Menguat, Rupiah Dibuka Terkoreksi
Selasa, 23 Juni 2015 - 10:17 WIB
USD Menguat, Rupiah Dibuka Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terkoreksi karena menguatnya USD terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.320/USD, negatif 10 poin dibanding penutupan Senin (22/6/2015) di level Rp13.310/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.316/USD. Posisi itu mendatar dengan hari kemarin di level Rp13.318/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.313/USD. Posisi ini terdepresiasi 11 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.302/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada pada level Rp13.318/USD. Posisi tersebut melemah 12 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.306/USD.
Sementara euro hampir tidak beranjak pada perdaganga awal di Asia pada hari ini setelah mendatar di tengah harapan kemajuan dalam pembicaraan utang Yunani.
Dikutip dari Reuters, mata uang tersebut terhadap USD berakhir di 1,13430, sedikit berubah dari penutupan di New York semalam tapi turun dari level tertinggi sebelumnya di 1,14105. Menguatnya USD didukung data perumahan dan lonjakan imbal hasil obligasi.
Terhadap yen, euro berada di 139,910, setelah mundur dari 140,630. Dengan surutnya euro, indeks USD naik menjadi 94,307, dari koreksi sebelumnya di 93,807.
Sementara yen terhadap USD di 123,35, naik 0,5% dibanding kemarin. USD juga lebih tinggi terhadap mata uang komoditas, terutama pada dolar Selandia Baru, yang meluncur ke level terendah lima tahun terakhir pada 0,6860.
Adapun tanda-tanda membaiknya aktivitas manufaktur China bisa memberikan dorongan pada mata uang komoditas, namun meredam permintaan untuk yen.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.320/USD, negatif 10 poin dibanding penutupan Senin (22/6/2015) di level Rp13.310/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.316/USD. Posisi itu mendatar dengan hari kemarin di level Rp13.318/USD.
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance berada pada level Rp13.313/USD. Posisi ini terdepresiasi 11 poin dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.302/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada pada level Rp13.318/USD. Posisi tersebut melemah 12 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.306/USD.
Sementara euro hampir tidak beranjak pada perdaganga awal di Asia pada hari ini setelah mendatar di tengah harapan kemajuan dalam pembicaraan utang Yunani.
Dikutip dari Reuters, mata uang tersebut terhadap USD berakhir di 1,13430, sedikit berubah dari penutupan di New York semalam tapi turun dari level tertinggi sebelumnya di 1,14105. Menguatnya USD didukung data perumahan dan lonjakan imbal hasil obligasi.
Terhadap yen, euro berada di 139,910, setelah mundur dari 140,630. Dengan surutnya euro, indeks USD naik menjadi 94,307, dari koreksi sebelumnya di 93,807.
Sementara yen terhadap USD di 123,35, naik 0,5% dibanding kemarin. USD juga lebih tinggi terhadap mata uang komoditas, terutama pada dolar Selandia Baru, yang meluncur ke level terendah lima tahun terakhir pada 0,6860.
Adapun tanda-tanda membaiknya aktivitas manufaktur China bisa memberikan dorongan pada mata uang komoditas, namun meredam permintaan untuk yen.
(rna)