Emas Global Pulih, Harga Emas Antam Rebound

Jum'at, 26 Juni 2015 - 09:42 WIB
Emas Global Pulih, Harga...
Emas Global Pulih, Harga Emas Antam Rebound
A A A
JAKARTA - Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini balik arah menguat (rebound) Rp1.000/gram, sedangkan beli kembali (buyback) naik Rp2.000/gram. Naiknya harga emas ini sejalan dengan pulihnya harga emas global.

Dilansir dari situs resmi Logammulia.com, Jumat (26/6/2015), harga jual emas dari Rp550.000/gram menjadi Rp552.000/gram dan buyback emas dari Rp493.000/gram menjadi Rp495.000/gram.

Adapun, ukuran 2 gram dihargai Rp1.064.000, dengan harga per gram Rp532.000. Harga emas 3 gram dipatok Rp1.578.000 dengan harga Rp526.000/gram. Harga emas 4 gram senilai Rp2.092.000 dengan harga per gram Rp523.000.

Selain itu, harga jual emas 5 gram ditetapkan Rp2.615.000 dengan harga per gram Rp523.000. Harga emas 10 gram dijual Rp5.180.000, dengan harga per gram Rp518.000.

Harga emas 25 gram Rp12.875.000 dengan harga per gram Rp515.000. Harga emas 50 gram sebesar Rp25.700.000, dengan harga per gram Rp514.000.

Kemudian, harga emas 100 gram sebesar Rp51.350.000, dengan harga per gram Rp513.500. Harga emas 250 gram mencapai Rp128.250.000, dengan harga per gram Rp513.000.

Emas ukuran 500 gram dihargai Rp256.300.000, dengan harga per gram Rp512.600. Namun emas ukuran ini sudah habis terjual.

Sementara harga emas global beringsut lebih tinggi pada hari ini, pulih dari harga terendah dalam lebih dari dua pekan karena Yunani gagal mencapai kesepakatan dengan kreditor internasional, meski di tengah ekspektasi naiknya suku bunga AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.174,53/ons pada pukul 00.48 GMT atau 08.48 WIB. Harga emas kemarin jatuh ke level terendah sejak 8 Juni di USD1.171,02.

Adapun Yunani gagal lagi meraih kesepakatan dengan kreditor internasional pada hari Kamis, dan pada Sabtu akan kembali melakukan pertemuan sebagai sebuah upaya terakhir untuk mencegah gagal bayar (default) pada pekan depan atau mulai mempersiapkan untuk melindungi zona Eropa dari gejolak pasar keuangan.

Logam mulia, yang sering dipandang sebagai aset aman selama masa ketidakpastian keuangan dan ekonomi, telah terkoreksi selama lima sesi terakhir di tengah harapan kesepakatan utang Yunani.

Sedangkan harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan meningkatkan suku bunga untuk kali pertama dalam hampir satu dekade, membuat emas tertekan tahun ini.

Harga emas sebagian besar berada antara USD1.160 dan USD1.230 sejak pertengahan Maret lalu, berjuang untuk menguat lagi meskipun tren kenaikan dipicu krisis Yunani.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Tak...
Pandemi Covid-19 Tak Pengaruhi Minat Masyarakat Berinvestasi Emas
Harga Emas Terus Meroket...
Harga Emas Terus Meroket Usai Libur Lebaran
Harga Emas Antam Kembali...
Harga Emas Antam Kembali Meroket, Tembus Rp2,65 Juta per Gram
Dalam Jangka Menengah-Panjang...
Dalam Jangka Menengah-Panjang Kemilau Emas Diprediksi Meredup
Akhirnya, Si Kuning...
Akhirnya, Si Kuning Berkilau Lagi Hari Ini
Harga Emas Antam Tembus...
Harga Emas Antam Tembus Rp1 Juta
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved