Pemerintah Didesak Utamakan Tata Kelola Pangan

Jum'at, 26 Juni 2015 - 20:19 WIB
Pemerintah Didesak Utamakan...
Pemerintah Didesak Utamakan Tata Kelola Pangan
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk menjadikan persoalan tata kelola pangan sebagai agenda utama yang harus dituntaskan. Pasalnya, setiap menjelang Ramadan dan Lebaran pemerintah selalu direpotkan dengan masalah kenaikan harga bahan pangan.

"Anehnya, fenomena lonjakan harga menjelang puasa dan Lebaran hanya terjadi di Indonesia. Buruknya lagi, dari tahun ke tahun tidak ada solusi. Pemerintah selalu berkutat pada masalah klasik yakni gangguan distrubusi akibat kendala infrastruktur, kelangkaan dan gagal panen," ujar Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding di Jakarta, Jumat (26/6/2015).

Menurut Karding, perbaikan tata kelola pangan sangat penting untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan makanan di seluruh daerah. Sekaligus memastikan jalur distribusi yang memadai dan terjangkau sehingga bisa memangkas biaya logistik. Karding mencontohkan, persoalan pasokan beras yang sempat mengganggu perekonomian nasional.

Tidak hanya pada saat produksi, persoalan juga muncul saat pascapanen, dan disparitas harga. Bahkan munculnya beras palsu berbahan baku plastik yang dioplos membuat persoalan menjadi lebih kompleks.

"Sayangnya, solusi yang diambil pemerintah bersifat parsial dan reaktif seperti menggelar operasi pasar yang sebenarnya tidak cukup efektif menekan harga pasar. Situasi itu jelas mengindikasikan buruknya pengelolaan tata kelola pangan di Indonesia," katanya.

Karding menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sesuai UU No 18/2012 tentang Pangan. Stabilitas harga pangan wajib menjadi fokus utama pemerintah. Sesuai amanat UU bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia.

"Bila persoalan ini tidak segera diatasi maka negara kita dalam status rawan pangan bukan karena tidak adanya pangan tapi karena pemenuhan pangan karena bergantung pada negara lain," paparnya.

Aspek pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak terlalu bermasalah namun bila terlalu panjang maka sangat membahayakan dan bisa menimbulkan instabilitas.

Atas dasar itu, perlu ada sistem yang kuat untuk dapat menahan agar tidak terjadi fluktuasi harga ketika momen-momen tertentu seperti puasa, Lebaran, Natal dan Tahun Baru. "Setiap Ramadan dan Idul Fitri rakyat selalu menjerit akibat kenaikan harga bahan pangan," ucapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
49 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
12 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved