Perkuat AIIB, Indonesia Harus Gabung Negara Lain

Selasa, 30 Juni 2015 - 11:53 WIB
Perkuat AIIB, Indonesia...
Perkuat AIIB, Indonesia Harus Gabung Negara Lain
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suhaisil Nazara menyatakan, Indonesia mesti bergabung dengan negara lain untuk keikutsertaannya dalam Bank Infrastruktur Asia atau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Ini untuk pencapaian voting power yang mencapai 6%.

Pasalnya, jika Indonesia ingin menjadi anggota AIIB, pencapaian voting power-nya harus mencapai 6%. Saat ini, Indonesia baru mencapai 4%. Sehingga harus bergabung dengan negara lain agar share voting power-nya besar.

"Ya, kita mesti bergabung dengan negara lain, sehingga total voting power-nya mencapai 6%. Kalau begitu sudah ada konstituen. Satu konstituen itu bisa menaruh satu eksekutif director. Sekarang baru sebagian ASEAN," jelasnya di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Menurutnya, saat ini Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tengah melakukan pengkajian final untuk negara-negara yang akan ikut bergabung dengan Indonesia.

"Pak Menkeu sekarang yang finalkan, siapa saja negara-negara yang bisa gabung. Tapi pasti kita akan utamakan ASEAN dulu sebagai partner kita yang mereka sudah lebih dulu masuk AIIB," katanya.

Untuk setoran awalnya sendiri ke AIIB diperkirakan akan lebih dari setengah miliar dolar AS dan akan dimulai tahun ini. "Kayaknya kita akan mulai tahun ini dengan setoran awal kita ke AIIB sebesar USD600-an juta," pungkasnya.

Baca: Rencana RI Gabung ke Bank Infrastruktur Asia Disambut Positif
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Di Periode Kedua, Presiden...
Di Periode Kedua, Presiden Jin Akan Memperluas Investasi Infrastruktur
AIIB Kasih Pinjaman...
AIIB Kasih Pinjaman Rp2,1 Triliun ke Indonesia Buat Bangun Satelit Multifungsi
Perkuat UMKM, ADB Beri...
Perkuat UMKM, ADB Beri Pinjaman Rp7 Triliun
Negara Pasifik Berpaling...
Negara Pasifik Berpaling ke China untuk Selamatkan Ekonomi
ADB Proyeksikan Ekonomi...
ADB Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh hanya 1% di 2020
ADB Utangi BUMN Rp4,5...
ADB Utangi BUMN Rp4,5 T untuk Proyek Listrik Panas Bumi
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
19 menit yang lalu
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
46 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
58 menit yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
1 jam yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved