Harga Rumah Baru di China Naik

Rabu, 01 Juli 2015 - 11:24 WIB
Harga Rumah Baru di...
Harga Rumah Baru di China Naik
A A A
BEIJING - Harga rumah baru di China naik pada Juni untuk dua bulan berturut-turut. Data ini menunjukkan kebijakan stimulus pemerintah membantu memperkuat pasar properti.

”Harga rata-rata rumah baru di 100 kota besar China tumbuh 0,56% bulan per bulan menjadi USD1.714 per meter persegi,” ungkap laporan China Index Academy (CIA), dikutip kantor berita AFP . Hasil ini setelah pertumbuhan 0,5% pada Mei, peningkatan pertama dalam empat bulan. Harga turun untuk bulan kedelapan berturut-turut pada Desember tahun lalu.

Otoritas mengambil sejumlah langkah untuk mendorong pasar properti yang stagnan dalam bentuk pemangkasan suku bunga dan kebijakan lainnya. Menurut CIA, langkah-langkah itu membantu mendorong permintaan dan mempercepat pemulihan di pasar.

Bank Sentral China (People’s Bank of China/PBoC) pekan lalu mengumumkan pemangkasan suku bunga terbaru, atau pemotongan keempat sejak November. PBoC juga mengambil langkah lain seperti kebijakan kredit perumahan yang lebih mudah. Pada Maret, pemerintah menurunkan level uang muka minimum untuk rumah kedua di penjuru dunia, mencabut kebijakan yang telah berlaku empat tahun untuk mengendalikan kenaikan harga.

PBoC juga memperpendek periode kepemilikan di mana para penjual dikenakan pajak penambahan modal 20% untuk properti selain rumah utama mereka. Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 7,4% tahun lalu, level terlemah dalam hampir seperempat abad, dan semakin banyak indikator yang menunjukkan penurunan ekonomi terus terjadi pada kuartal II/2015.

Investasi real estat tepat menjadi penggerak utama bagi China. Adapun, penjualan lahan menjadi sumber utama pendapatan pemerintah lokal yang kekurangan dana tunai. Pada basis year on year (yoy) harga rumah turun 2,7% pada Juni, dibandingkan penurunan 3,73% pada Mei.

Rata-rata harga di 10 kota utama China sebesar 19.357 yuan per meter persegi, turun 0,82% dari tahun sebelumnya, turun tajam dari penurunan 2,33% pada Mei. Sementara, aktivitas manufaktur China menunjukkan tanda-tanda stabil pada Juni.

Dua survei privat menunjukkan ekonomi mungkin mengumpulkan sejumlah momentum meskipun banyak analis memperkirakan dukungan kebijakan lebih lanjut untuk memastikan pemulihan menguat. Data indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index /PMI) China oleh HSBC/Markit Flash sebesar 49,6 pada Juni, tertinggi dalam tiga bulan, dari sebelumnya 49,2.

Meski demikian, ata itu masih di bawah 50 yang menunjukkan penyusutan. Pesanan baru kembali ke wilayah positif sebesar 50,3 dan pesanan ekspor baru turun ke level yang lebih lamban.

”Peningkatan pesanan baru didorong penguatan pesanan ekspor baru, menunjukkan permintaan asing mungkin akhirnya kembali membaik,” tulis para analis Capital Economics dalam catatan riset, dikutip kantor berita Reuters. ”Data PMI sekarang memperkuat pendapat kami bahwa ekonomi mulai menemukan pijakan.”

Syarifudin
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
3 jam yang lalu
Membaca Pola Pelemahan...
Membaca Pola Pelemahan Rupiah, DEN Prediksi Kurs Melandai pada Juli 2026
4 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
4 jam yang lalu
Pengembangan Bioenergi...
Pengembangan Bioenergi Berpotensi Serap 150 Ribu Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Kuliah Umum di Unhas,...
Kuliah Umum di Unhas, Afi Kalla Tekankan Peran IKM dalam Hilirisasi Ekonomi
5 jam yang lalu
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved