Euro Masih Tertekan, Rupiah Dibuka Memburuk

Kamis, 02 Juli 2015 - 10:15 WIB
Euro Masih Tertekan,...
Euro Masih Tertekan, Rupiah Dibuka Memburuk
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka memburuk sejalan dengan masih tertekannya euro terhadap krisis utang Yunani.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga berada di level Rp13.340/USD. Posisi ini lebih buruk 18 poin dari pentupan kemarin Rp13.322/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Kamis (2/7/2015) berada pada level Rp13.337/USD, melemah 6 poin dibanding penutupan kemarin di Rp13.331/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg di level Rp13.336/USD, negatif 11 poin dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp13.325/USD.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas rupiah di level Rp13.335/USD, terdepresiasi 12 poin dari penutupan kemarin Rp13.323/USD.

Sementara USD bertahan di perdagangan awal Asia karena pasar akan banjir data yang bisa mendukung Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga lebih awal daripada sebelumnya.

Euro tetap melemah ditekan krisis utang Yunani, yang tidak mungkin diselesaikan sebelum referendum pada hari Minggu. Perdana Menteri Alexis Tsipras sebelumnya mendesak Yunani untuk menolak kesepakatan bailout internasional.

Terhadap yen, USD berada di 123,22, menjauh dari koreksi lima pekan di 121,93. Euro merosot ke 1,1044/USD, makin melemah dari posisi Senin pada 1,1279. Sementara data yang ditunggu investor, yakni nonfarm payrolls menjelang libur Hari Kemerdekaan AS pada Jumat.

Sebagai preview, data payrolls yang sangat penting, laporan ADP National Employment pada Rabu menunjukkan perusahaan swasta menambahkan 237.000 tenaga kerja pada Juni, kenaikan terbesar sejak Desember dan estimasi 218.000.

"Perbaikan lebih lanjut dalam pasar tenaga kerja dapat meningkatkan spekulasi kenaikan suku bunga Fed pada 2015," kata analis mata uang di DailyFX David Song, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (2/7/2015).

Dolar membukukan keuntungan yang solid terhadap mata uang komoditas, terutama dolar Selandia Baru yang turun menjadi 0,6708/USD, terendah sejak Juni 2010. Dolar Kanada juga merosot ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan ke 1,2598/USD.

(Baca: Rupiah Diperkirakan Perpanjang Reli)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved