Tambah Utang, Menkeu Kok Bilang Tak Merugikan

Jum'at, 03 Juli 2015 - 00:05 WIB
Tambah Utang, Menkeu...
Tambah Utang, Menkeu Kok Bilang Tak Merugikan
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan, langkah pemerintah menambah utang tidak akan merugikan negara. Terlebih, kondisi keuangan saat ini sedang baik.

"Begini di saat keuangan kia baik-baik saja ini tidak menjadi masalah. Lain halnya kondisi keuangan kita sedang buruk, ini tentu menjadi masalah," jelasnya di Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Bambang menuturkan, kendati penyerapan anggaran masih minim, pemerintah yakin akan meningkat pada semester II/2015. Dia mengklaim, pasar saat ini masih percaya terhadap perekonomian Indonesia mengingat target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga akhir tahun 5,2%.

"Saya lihat ini pola berulang (penyerapan anggaran belanja K/L). Biasanya yang tinggi di triwulan III dan IV. APBNP ini adalah totally mengubah APBN yang lama. Makanya, banyak yang berubah programnya. Butuh sebulan untuk siapkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)," terangnya.

Kementerian besar, jelas Bambang, seperti Kementerian PURR dan Kementerian Pendidikan juga berubah nomenkelatur. Maka, wajar jika baru Mei penyerapannya.

"Kebetulan kalau untuk proyek, kita enggak bayar proyek 100% di muka. Uang muka biasanya 20-40%. Makanya di semester I itu rendah. Terus kenapa kami front loading (Terbitkan Surat Utang Negara lebih awal), karena PNBP migas kan drop untuk saat ini. Maka kita bergantung sekali pada pajak," jelasnya.

Meski demikian, pajak tidaklah bisa diprediksi. Itu semua tergantung kebijakan dan kondisi ekonomi Indonesia. Menkeu Bambang juga melihat, front loading tidak timbulkan efek buruk.

"Saya lihat front loading tidak menimbulkan inefisiensi. Ini aman. Strategi front loading kita sekarang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Karena tahun lalu lebih predictable," pungkasnya.

Baca juga:

Indonesia Bisa Belajar Ini dari Yunani

Menkeu Tegaskan Indonesia Sudah Bebas Utang dari IMF

BI Catat Utang Luar Negeri RI Tembus Rp3.836 T
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Semua Punya...
Sri Mulyani: Semua Punya Utang, Negara Islam Juga
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Tembus Rp5.940 T, Stafsus Sri Mulyani: Negara Akan Mampu Membayar
April 2020, Utang Pemerintah...
April 2020, Utang Pemerintah Capai Rp5.172 Triliun
RI Peringkat Ketujuh...
RI Peringkat Ketujuh Negara Pengutang Terbesar, Kemenkeu: Masih di Zona Aman
Kebutuhan Pembiayaan...
Kebutuhan Pembiayaan Utang Tahun Ini Capai Rp1.439 Triliun
Utang RI Tembus Rp6.625...
Utang RI Tembus Rp6.625 Triliun, Kemenkeu: Bukan Ugal-ugalan
Berita Terkini
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
24 menit yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
53 menit yang lalu
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
2 jam yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
4 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
4 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
5 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved