BI: Surat Berharga Masuk Komponen Pendanaan

Senin, 06 Juli 2015 - 15:31 WIB
BI: Surat Berharga Masuk...
BI: Surat Berharga Masuk Komponen Pendanaan
A A A
JAKARTA - Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Yati Kurniati menyatakan, bank sentral menerbitkan kebijakan baru untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan.

Kebijakan ini dengan memasukan surat berharga yang diterbitkan bank sebagai komponen pendanaan (funding), selain dana pihak ketiga (DPK) akan mendorong perbankan menyalurkan kredit dan pendalaman pasar keuangan.

"Dalam perhitungan loan to deposit ratio kebijakan giro wajib minimum (GWM-LDR). Isitilah LDR sendiri menjadi loan to funding ratio (LFR)," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (6/7/2015).

Adapun surat berharga yang dimaksud adalah surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN), surat utang dengan suku bunga mengambang (floating notes), surat utang (obligasi), namum tidak termasuk obligasi subordinasi.

"Semua surat berharga diterbitkan harus melalui public offering (penawaran umum) dan tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) serta memiliki peringkat di atas laik investasi," jelas Yati.

Dia menambahkan, insentif akan diberikan jika bank tersebut dapat menyalurkan kredit ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sesuai dengan ketentuan mencapai 5%.

"Dari total penyaluran kredit pada 2015 dan NPL (non-performing loan/rasio kredit bermasalah) total maupun NPL sektor UMKM di bawah 5%. Insentif batasan atas LFR-nya menjadi 94%," pungkasnya.

(Baca: Sentimen Yunani Ganggu Rupiah, BI Langsung Intervensi)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
14 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
31 menit yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
51 menit yang lalu
Purbaya Siap Terbitkan...
Purbaya Siap Terbitkan Panda Bond 23 Juli 2026, Bidik Dana dari China Rp18 Triliun
1 jam yang lalu
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
1 jam yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
2 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved