IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Perhatikan Saham Ini
Kamis, 09 Juli 2015 - 08:38 WIB
IHSG Diprediksi Masih Tertekan, Perhatikan Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan tertekan karena sentimen dari global.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika tidak terlalu terburu-buru, posisi wait and see bisa dimungkinkan untuk menunggu meredanya sentimen negatif.
"Sembari mencermati peluang timing untuk kembali masuk. Kami masih mengharapkan bahwa pelemahan yang terjadi dapat terbatas agar tidak membuka celah penurunan lebih dalam. Tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.825-4.838 dan resisten 4.886-4.925. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.885-4.892 dan hampir mendekati area target resisten 4.917-4.935. Namun kembali di bawah target tersebut.
Kemarin, masih adanya sentimen negatif di pasar membuat laju IHSG masih berada di zona merahnya. Tampaknya pelaku pasar masih banyak yang melakukan aksi jual di tengah kondisi bursa keuangan global yang tidak menentu.
Apalagi dari dalam negeri tidak banyak sentimen positif yang dirilis. Revisi proyeksi pertumbuhan nasional sampai akhir tahun, kurangnya kegiatan ekspansi oleh emiten hingga kekhawatiran krisis di Yunani menjalar ke Indonesia turut mempengaruhi pelaku pasar.
Tidak hanya itu, penurunan dalam sejumlah pasar saham di Tiongkok turut menambah sentimen negatif dan memicu kepanikan di pasar. Apalagi laju rupiah kembali tertekan turut memicu pelaku pasar, khususnya domestik kembali melancarkan aksi jualnya.
Beruntungnya IHSG tidak terkapar parah seperti laju bursa saham China sekitar karena diimbangi dengan kembali berbaliknya asing melakukan aksi beli. Selanjutnya ada imbas positif dari berbalik menghijaunya laju bursa saham Eropa.
Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp141,85 miliar menjadi net buy Rp60,02 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp580-Rp615. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp600.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.880-Rp2.965. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.890.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp370-Rp425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp410.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp14.150-Rp14.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp14.500.
PT BW Plantation Tbk (BWPT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp375-Rp420. Rekomendasi lakukan pembelian jika melemah (Buy on Weakness) di bawah Rp379.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.940-Rp3.135. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.190.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, jika tidak terlalu terburu-buru, posisi wait and see bisa dimungkinkan untuk menunggu meredanya sentimen negatif.
"Sembari mencermati peluang timing untuk kembali masuk. Kami masih mengharapkan bahwa pelemahan yang terjadi dapat terbatas agar tidak membuka celah penurunan lebih dalam. Tetap cermati sentimen yang ada," ujarnya di Jakarta, Kamis (9/7/2015).
Dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 4.825-4.838 dan resisten 4.886-4.925. Laju IHSG kemarin di bawah area target support 4.885-4.892 dan hampir mendekati area target resisten 4.917-4.935. Namun kembali di bawah target tersebut.
Kemarin, masih adanya sentimen negatif di pasar membuat laju IHSG masih berada di zona merahnya. Tampaknya pelaku pasar masih banyak yang melakukan aksi jual di tengah kondisi bursa keuangan global yang tidak menentu.
Apalagi dari dalam negeri tidak banyak sentimen positif yang dirilis. Revisi proyeksi pertumbuhan nasional sampai akhir tahun, kurangnya kegiatan ekspansi oleh emiten hingga kekhawatiran krisis di Yunani menjalar ke Indonesia turut mempengaruhi pelaku pasar.
Tidak hanya itu, penurunan dalam sejumlah pasar saham di Tiongkok turut menambah sentimen negatif dan memicu kepanikan di pasar. Apalagi laju rupiah kembali tertekan turut memicu pelaku pasar, khususnya domestik kembali melancarkan aksi jualnya.
Beruntungnya IHSG tidak terkapar parah seperti laju bursa saham China sekitar karena diimbangi dengan kembali berbaliknya asing melakukan aksi beli. Selanjutnya ada imbas positif dari berbalik menghijaunya laju bursa saham Eropa.
Transaksi asing kembali nett sell dari net sell Rp141,85 miliar menjadi net buy Rp60,02 miliar. Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan, yaitu:
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp580-Rp615. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp600.
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.880-Rp2.965. Rekomendasi lakukan penjualan (trading sell) jika gagal bertahan di Rp2.890.
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp370-Rp425. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp410.
PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp14.150-Rp14.750. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp14.500.
PT BW Plantation Tbk (BWPT) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp375-Rp420. Rekomendasi lakukan pembelian jika melemah (Buy on Weakness) di bawah Rp379.
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga Rp2.940-Rp3.135. Rekomendasi lakukan pembelian (trading buy) selama bertahan di atas Rp3.190.
(rna)
Lihat Juga :