IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Filipina

Sabtu, 11 Juli 2015 - 12:27 WIB
IMF Pangkas Pertumbuhan...
IMF Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Filipina
A A A
MANILA - International Monetary Fund (IMF) memangkas prospek pertumbuhan ekonomi Filipina tahun ini menjadi 6,2% dari sebelumnya 6,7%. Pemangkasan ini setelah adanya proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tengah pemulihan ekonomi AS yang melambat.

Seperti dikutip dari ABS CBN News, Sabtu (11/7/2015), Shanaka Jayanath Peiris, perwakilan dari IMF mengatakan, proyeksi produk domestik bruto (PDB) Filipina direvisi menjadi 6,2% berdasarkan World Economic Outlook (WEO) pada Juli.

"PDB diproyeksikan akan tumbuh sebesar 6,2% pada 2015 karena harga komoditas yang lebih rendah mengangkat konsumsi rumah tangga dan meningkatkan pelaksanaan anggaran menimbulkan pengeluaran publik, meskipun sedikit lebih rendah dari perkiraan sebelumnya karena pertumbuhan global yang melemah dan defisit fiskal di bawah target," kata Peiris.

Perkiraan IMF merevisi lebih rendah dari target pertumbuhan PDB pemerintah dari 7%-8% tahun ini. IMF merilis laporan WEO selama April dan pada September atau Oktober setiap tahun.

Pada kuartal pertama 2015, Filipina mencatat pertumbuhan PDB mencapai 5,2% dari 5,6% pada kuartal yang sama tahun. Penurunan ini disebabkan keterlambatan dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan.

"Perlambatan kuartal pertama 2015 terutama disebabkan faktor sementara, termasuk dampak dari cuaca kering pada produksi pertanian, permintaan global yang lemah, dan pelaksanaan anggaran yang lambat," ujar dia.

Peiris mengatakan, IMF melihat ekspansi ekonomi Filipina sebesar 6,5% bukan 6,3% tahun depan di belakang pengeluaran yang lebih tinggi.

IMF memangkas proyeksi pertumbuhan global tahun ini menjadi 3,3% bukan 3,5%. Perkiraan ini juga lebih rendah dibanding 3,4% pertumbuhan global yang terdaftar tahun lalu.

IMF mengatakan, krisis Yunani akan memiliki efek marjinal pada ekonomi global. Namun, apakah krisis pasar saham di China akan menyeret turun ekonomi global.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi negara maju akan meningkat menjadi 2,1% pada 2015 dan 2,4% pada 2016 dari 1,8% pada 2014 sebagai kelemahan yang tak terduga di Amerika Utara kemungkinan membuktikan kemunduran sementara.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Bawang Menjadi...
Kisah Bawang Menjadi Barang Mewah di Filipina, Harganya Melebihi Daging
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Filipina, Bahas Ekonomi hingga Geopolitik
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Sri Mulyani: Ekonomi...
Sri Mulyani: Ekonomi RI Tangguh, Kalahkan Malaysia hingga Filipina
Ibu Kota Filipina Kembali...
Ibu Kota Filipina Kembali Hidup Meski Masih Ada Ancaman Covid-19
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Pasok BBM ke SPBU, Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Subsidi
26 menit yang lalu
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
38 menit yang lalu
Perang dengan AS Kian...
Perang dengan AS Kian Memanas, Iran Ancam Hentikan Semua Ekspor Energi dari Timur Tengah
1 jam yang lalu
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
11 jam yang lalu
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
11 jam yang lalu
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
12 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved