Industri Tekstil Berbasis Ekspor Tahan Krisis Rupiah

Rabu, 22 Juli 2015 - 10:30 WIB
Industri Tekstil Berbasis...
Industri Tekstil Berbasis Ekspor Tahan Krisis Rupiah
A A A
SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (API) mengakui beberapa perusahaan tekstil gulung tikar akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS (USD). Di sisi lain, industri tekstil berbasis ekspor justru lebih tahan terhadap krisis rupiah. Meskipun sebagian besar bahan baku berasal impor, mereka diuntungkan selisih nilai USD yang besar.

“Perusahaan tekstil yang berorientasi pada penjualan ekspor masih bisa bertahan di tengah ekonomi yang menurun,” ujar General Manager PT Sandang Asia Maju Abadi, Deddy Mulyadi Ali, belum lama ini.

Dia mengatakan, saat USD naik seperti sekarang justru perusahaan lebih untung dibanding kondisi biasa. Ekspor menjadi nilai plus berkat selisih kurs.

"Pelemahan ekonomi global yang dirasakan berbagai negara seperti Cina dan India juga berdampak baik, karena orderan yang tadinya dilimpahkan ke kedua negari tersebut mulai dialihkan ke Indonesia,” ujar Deddy.

Dia menuturkan, pergerakan distribusi barang sampai sakarang masih normal dan masih relatif sama jika dibandingkan tahun lalu.

Deddy mengungkapkan, PT Sandang Asia Maju Abadi setiap bulan memproduksi 250-300 ribu pieces berbagai produk ternama internasional dari anak-anak sampai dewasa, seperti J-Crew, Guess, S-Oliver, Jag, Sportwear, Dulut, menggunakan jasa olahan jahitan dari Tanah Air.

Untuk produksinya sendiri, tergantung pesanan. Paling banyak ekspor ke Amerika, Eropa, Australia sebesar 60%. Sisanya ke negara-negara asia. “Sampai tahun depan pesanan untuk semester I sudah full," katanya.

Deddy menerangkan, agar mampu eksis di pasar Global dengan kondisi ekonomi yang kurang baik dibutuhkan berbagai inovasi. “Yang terpenting memang inovasi produk, sehingga pasar tidak jenuh,” tandasnya.

Baca juga:

Gawat! Separuh Industri Tekstil Rumahkan Karyawan

Terlalu Tergantung APBN, Ekonomi Indonesia Ringkih
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diproduksi di Solo,...
Diproduksi di Solo, GSP Siap Pasok Kain American Drill ke Pasar Domestik dan Global
Memahami Pentingnya...
Memahami Pentingnya Kapas Berkualitas Dorong Kesuksesan Industri Tekstil
Kolaborasi dengan MC...
Kolaborasi dengan MC Texstyle, Vira Tandia: Memudahkan Pelanggan Mendapat Bahan Kain Berkualitas
Diacak-acak Barang Impor,...
Diacak-acak Barang Impor, Juragan Tekstil Sempat Nangis Darah
Permendag 8/2024 Bakal...
Permendag 8/2024 Bakal Direvisi Disambut Baik Asosiasi Tekstil
Mendorong Industri Tekstil...
Mendorong Industri Tekstil Tanah Air Mengedepankan Bisnis Berkelanjutan
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
1 jam yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
2 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
2 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved