Core: Tak Ada Sinyal Rupiah Balik Menguat

Senin, 27 Juli 2015 - 11:21 WIB
Core: Tak Ada Sinyal...
Core: Tak Ada Sinyal Rupiah Balik Menguat
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Core Indonesia ‎Hendri Saparini mengaku sejauh ini tidak melihat ada sinyal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) balik menguat.

Tidak ada faktor yang bisa membuatnya kembali optimis terhadap nilai tukar rupiah. Dia mengungkapkan, saat ini rupiah hanya dikendalikan faktor supply dan demand. Sementara, struktur ekspor impor serta sektor riil belum menunjukkan adanya perbaikan yang dapat menyokong pulihnya rupiah. (Baca: USD Stabil, Rupiah Dibuka Mendatar)

"Jadi, kalau kemarin itu pernah pertumbuhan impornya melambat, berarti kan kebutuhannya menurun, pembayaran utang kebetulan menguat sedikit. Begitu semua itu pas jadwal untuk mengimpor, pas jadwal bayar utang rupiah melemah lagi. Jadi lebih kepada supply demand yang sifatnya lebih ke pasar. Tetapi bukan karena struktur. Kita lemah di situ," katanya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Menurutnya, jika struktur ekonomi Indonesia sudah lebih kokoh, maka penguatan rupiah dimungkinkan bisa lebih berkelanjutan (sustainable). "‎Ini yang kita harap kepada pemerintah untuk memberikan sinyal bahwa akan ada perbaikan struktur ekonomi. Kalau sekarang, misalnya waduh harga minyak begini, berarti nanti rupiah begini. Tidak ada harapan jangka menengah bahwa ini (rupiah) akan menguat," imbuh dia.

Apalagi, sambung Hendri, perkiraan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2016 terhadap nilai tukar rupiah berada di angka Rp13.500/USD. Artinya, tidak ada hal yang bisa diharapkan dari pemerintah terhadap penguatan mata uang garuda tersebut.

"Memang kita berharap ada hal yang segera disampaikan pemerintah, sehingga kita ada perbaikan struktur yang lebih baik," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, sepanjang pekan kemarin nilai tukar rupiah terhadap mata uang negeri Paman Sam tersebut terus terpuruk. Rupiah pada awal perdagangan pascalebaran h‎ingga menyentuh angka Rp13.400/USD.

Baca:

Sepi Sentimen Positif, Rupiah Diprediksi Koreksi

Rupiah Akhir Pekan Ditutup Terhempas

(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved