Tak Sesuai Spesifikasi, Tol Tanjung Priok Molor hingga 2017

Rabu, 29 Juli 2015 - 20:02 WIB
Tak Sesuai Spesifikasi,...
Tak Sesuai Spesifikasi, Tol Tanjung Priok Molor hingga 2017
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan membongkar sekitar lebih dari 60 pilar atau tiang bangunan jalan layang akses Tol Tanjung Priok yang dibiayai dari pinjaman JICA, Jepang. Itu berarti, penyelesaian jalur tol yang sedianya selesai pada kuartal III 2016, dipastikan molor hingga pertengahan 2017.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaini telah meminta kepada pihak kontraktor untuk bekerja dalam tujuh hari selama sepekan mengejar tenggat waktu pengerjaan.

“Kami melakukan penyelidikan, hasilnya ditemukan bahwa mutu beton pier head tidak sesuai dengan spesifikasi,” ungkap Hediyanto dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR, Rabu (29/7/2015).

Penyelidikan tersebut dilanjutkan dengan kajian dan evaluasi oleh tenaga ahli Jepang dan Indonesia untuk mengetahui kondisi struktur akibat kejadian kegagalan stressing tersebut.

“Dengan pertimbangan safety, diuji secara bertahap. Dari hasil kajian tersebut pihak kontraktor mengajukan usulan pembongkaran tepatnya di Seksi E2 dan waktu pelaksanaan perbaikan selama 26 bulan dan telah kami (Kementerian PUPR) setujui sejak 20 Januari lalu,” jelasnya.

Biaya sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor, sehingga kemungkinan jalur tol akses Tanjung Priok ini baru bisa diselesaikan pada Maret 2017 atau mundur 15 bulan dari penyelesaian semula.

Sebagai informasi, Jalur Tol Akses Tanjung Priok terdiri atas Seksi E1 sepanjang 3,4 kilometer (km), Seksi E2 sepanjang 2,74 km, Seksi E2A 1,92 km, Seksi NS Link 2,24 km serta Seksi NS Direct sepanjang 1,10 km. Pilar atau tiang (pier head) yang dibongkar sedikitnya 60 pilar meliputi pilar utama Seksi E2 dan sejumlah kontruksi yang belum sempat dilaksanakan.

Proyek Tol Akses Tanjung Priok didanai melalui pinjaman JICA dengan total investasi Rp4,9 triliun dengan nilai kontruksi mencapai Rp3,5 Triliun.

Proyek tersebut molor dari target yang semula diagendakan rampung pada 2015, molor setahun kemudian 2016. Kemungkinan jalur tol tersebut baru bisa diakses pada 2017, mengingat pembongkaran juga sedang akan dilakukan Kementerian PUPR.

Baca juga:

Tol Bawen-Salatiga Ditarget Beroperasi Lebaran 2016

Pemerintah Tak Punya Strategi Atasi Pelemahan Rupiah

Pasar Kecewa Ekonomi Buruk, Rupiah Loyo
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Konektivitas Kawasan...
Konektivitas Kawasan Strategis Metropolitan, Tol Desari Akan Tembus Tol BORR
PUPR Tawarkan Investasi...
PUPR Tawarkan Investasi 6 Proyek Jalan Tol dan Jembatan Senilai Rp80,84 T
Ini Dua Ruas Jalan Tol...
Ini Dua Ruas Jalan Tol yang Siap Dioperasikan Pemerintah
Perkuat Jalur Logistik,...
Perkuat Jalur Logistik, Tol Baru di Aceh dan Manado Siap Beroperasi
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran...
Kampus Hijau PUPR, Perkantoran yang Ramah Lingkungan dan Humanis
PUPR Perpanjang Masa...
PUPR Perpanjang Masa Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Venues PON
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
2 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
3 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
4 jam yang lalu
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved