Revisi LTV Hambat Pengembang Perumahan

Kamis, 30 Juli 2015 - 06:15 WIB
Revisi LTV Hambat Pengembang...
Revisi LTV Hambat Pengembang Perumahan
A A A
SEMARANG - Revisi kebijakan Loan To Value (LTV) yang diberlakukan Bank Indonesia (BI), mulai Juni lalu, dinilai menyulitkan pengembang perumahan. Pasalnya, dalam aturan LTV baru, BI menghapus kredit KPR inden.

Artinya, pengembang baru bisa menjual produk mereka setelah bangunan 100% selesai. Di mana pengembang baru bisa mencairkan uang setelah pembangunan selesai.

“Penghapusan KPR inden sendiri artinya para konsumen tidak akan melakukan pembayaran atau mulai melakukan kredit sebelum bangunan rumah jadi 100% dan diserahkan kepada calon pembeli,” kata Wakil Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DPD REI Jateng, Dibya K Hidayat, saat pembukaan REI Ekspo VI di Mal Paragon, Semarang, Rabu (29/7/2015).

Dia mengatakan, dengan penghapusan KPR inden, para pengembang terpaksa tidak dapat mendanai pembangunan rumah dengan mengandalkan pembayaran dari konsumen, sehingga harus mencari sumber dana yang lain, salah satunya pendanaan dari perbankan.

Atas kebijakan tersebut dipastikan tidak akan ada rumah stok karena pengembang harus benar-benar menghitung pengeluaran mereka yang disesuaikan dengan kondisi pasar. “Pengembang harus benar-benar menghitung cash flow mereka. Tapi perlu diketahui tidak semua pengembang mampu,” jelasnya.

Menurut Dibya, alasan pemerintah mengeluarkan aturan untuk mengindari pengembang nakal tidaklah masuk akal, apalagi selama ini pengembang di Jawa Tengah berjalan dengan baik dan tidak merugikan konsumen. “Tidak bisa disamaratakan. Memang ada pengembang yang nakal, tetapi itu adalah oknum yang memang sudah terorganisir,” tukasnya.

Di sisi lain, para pengembang mengapresiasi langkah pemerintah mengubah besaran uang muka menjadi lebih rendah, yaitu dari 30% menjadi 10-20%. Kebijakan tersebut, diharapkan dapat membantu mendongkrak penjualan rumah khususnya di Jawa Tengah.

Hanya saja, lanjut dia, justru kebijakan pelonggaran uang muka tersebut tidak sinkron dengan penghapusan kredit KPR indent. “Ibaratnya begini, dengan kebijakan pelonggaran uang muka permintaan akan banyak tetapi disisi lain produksi terhambat karena pengembang terkendala keuangan,” tandasnya.

Baca juga:

Realisasi Program Sejuta Rumah Baru 50%

Ini Kawasan Favorit Rumah Seken

Asing Bebas Miliki Properti, RI Siap Dijajah Lagi
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pinhome Perluas Area...
Pinhome Perluas Area Operasional hingga Jawa Timur
Bersatu Sukses Group...
Bersatu Sukses Group Hadirkan Rumah Berkonsep Smart Digital
Srimaya Commercial,...
Srimaya Commercial, Ruang Usaha Ekonomis Pertama Persembahan Summarecon
PT Summarecon Agung...
PT Summarecon Agung Luncurkan Ruang Usaha Ekonomis di Karawang
Mau Kejar Emas ?, Atau...
Mau Kejar Emas ?, Atau Investasi di Sektor Properti
Ingin Bisnis Properti...
Ingin Bisnis Properti Tetap Jalan Saat Pandemi, Ikuti Lima Langkah Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved