Ekonomi Lesu, BCA Bukukan Kenaikan Laba Bersih 8,8%

Rabu, 29 Juli 2015 - 21:20 WIB
Ekonomi Lesu, BCA Bukukan...
Ekonomi Lesu, BCA Bukukan Kenaikan Laba Bersih 8,8%
A A A
JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi lesu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA membukukan laba bersih sebesar Rp8,5 triliun pada semester I 2015. Perolehan tersebut mengalami kenaikan sebanyak 8,8% dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp7,9 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya mencatat pendapatan operasional baik pendapatan bunga bersih maupun pendapatan operasional lainnya mengalami peningkatan sebanyak 14,2% menjadi Rp22,6 triliun di semester I-2015. Hal ini berhasil meningkat dibandingkan di periode sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,8 triliun.

"Kami menyalurkan kredit sebesar Rp347,1 triliun di semester I-2015 atau mengalami pertumbuhan sebanyak delapan persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp321,4 triliun," ujar Jahja kemarin di Jakarta

Dia menjelaskan raihan outstanding portofolio‎ kredit sebesar Rp347,1 triliun di akhir Juni tahun ini. Kinerja ini diperoleh dari dorongan penyaluran kredit di sektor seperti konsumer, dan komersial, serta UKM. Khusus kredit konsumer tercatat mengalami pertumbuhan 9,2% secara year on year (YoY) atau menjadi Rp96,4 triliun di semester I-2015. "Pencapaian ini dapat terjadi lantaran BCA menawarkan produk konsumer di level yang kompetitif," ujarnya.

Segmen konsumer khususnya didukung dari portofolio KPR mengalami peningkatan sebanyak 7,7% menjadi Rp56,9 triliun di akhir Juni 2015. Portofolio kredit kendaraan atau KKB mengalami peningkatan sebanyak 11,6% menjadi Rp30,5 triliun. "Brand awareness yang tinggi dan cakupan jaringan EDC yang luas terus mendukung bisnis kartu kredit BCA," tambahnya.

‎Sementara itu, posisi outstanding kartu kredit mengalami peningkatan sebanyak 10,5% menjadi Rp9 triliun. Posisi penyaluran kredit komersial dan UKM mengalami kenaikan sebanyak 8,3% menjadi Rp137,5 triliun. Sedangkan kredit korporasi tercatat mengalami kenaikan sebanyak 6,4% menjadi Rp113,2 triliun di akhir Juni 2015.

Sampai Juni 2015 kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) BCA berada di level aman 0,7%. Sedangkan rasio penyaluran kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 75,7%, dan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat berada di level 19% pada akhir Juni 2015.

"Diharapkan dengan melemahnya perekonomian Indonesia yang berdampak terhadap sektor perbankan, BCA tetap dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif dengan fokus dalam upaya menjaga posisi likuiditas, kualitas kredit, dan permodalan,"‎ ungkapnya.

Dia melanjutkan adanya peningkatan biaya sebagai dampak dari ekspansi jaringan dan pelemahan nilai tukar rupiah serta adanya peningkatan biaya tenaga kerja mampu diimbangi dengan terjaganya margin bunga bersih. Sehingga perseroan dapat mempertahankan profitabilitas dengan baik.

Lebih lanjut, Jahja mengatakan, BCA siap memperkuat kualitas penyaluran kredit dan membangun sinergi secara baik dengan anak usaha yang dimiliki dalam rangka menyediakan layanan keuangan yang komprehensif, utamanya ditengah kondisi ekonomi Indonesia yang tengah melambat seperti sekarang ini.

"Kami berharap, kinerja perseroan masih tetap tumbuh untuk ke depannya. Diperkirakan program belanja pemerintah akan mendorong secara positif pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang akhirnya mendukung kinerja industri perbankan dalam jangka menengah dan jangka panjang," tandasnya.

Baca juga:

BCA Kaji Akuisisi Bank Nasional Skala Kecil

BCA Fokus Pembiayaan Sektor Perdagangan

Ini 35 Kebijakan OJK Perkuat Industri Keuangan RI
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digelar Satu Bulan,...
Digelar Satu Bulan, BCA Expoversary Online 2021 Gaet 1 Juta Pengunjung
Bank Royal Ganti Nama...
Bank Royal Ganti Nama Jadi Bank Digital BCA
BCA Kanwil IV Catatkan...
BCA Kanwil IV Catatkan Laba Rp1,46 Triliun
Permudah Layanan kepada...
Permudah Layanan kepada Nasabah, BCA Relokasi KCU Metro
BCA Ajak Desa Binaan...
BCA Ajak Desa Binaan Lestarikan Lingkungan Lewat Pengelolaan Sampah
Layar ATM Bisa Diintip,...
Layar ATM Bisa Diintip, BCA Beri Penjelasan
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
1 jam yang lalu
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
1 jam yang lalu
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
3 jam yang lalu
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
12 jam yang lalu
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
13 jam yang lalu
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
14 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved