Inflasi Korsel Mulai Alami Penurunan

Kamis, 30 Juli 2015 - 13:41 WIB
Inflasi Korsel Mulai...
Inflasi Korsel Mulai Alami Penurunan
A A A
SEOUL - Inflasi Korea Selatan (Korsel) di bawah tekanan karena faktor temporer dan struktural. Bank of Korea (BOK) mengatakan, inflasi rendah ini disebabkan oleh faktor-faktor struktural, termasuk penuaan populasi, tingkat kelahiran rendah dan globalisasi, serta terkait dengan pasokan minyak.

Menurut perkiraan BOK seperti dilansir dari Xinhua, Kamis (30/7/2015), inflasi di negara itu sekitar 3% di tahun 2000-an, tetapi mulai menurun menjadi sekitar 2% pada 2011-2012.

Harga konsumen naik 0,5% pada semester pertama tahun ini secara tahunan, setelah pada semester dua tahun lalu sebesar 1,2%. Inflasi harga konsumen tinggal di bawah target 2,5% untuk 32 bulan secara berturut-turut.

Selain harga komoditas yang rendah, tarif yang lebih rendah untuk listrik, air keran dan gas alam juga menyeret inflasi pada semester pertama. BOK berharap inflasi meningkat menjadi 1,2% pada semester dua tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipicu Lonjakan Ekspor,...
Dipicu Lonjakan Ekspor, Korsel Pulih dari Resesi Ekonomi
Resesi Korsel Justru...
Resesi Korsel Justru Untungkan Indonesia, Kok Bisa?
Mendunia, tapi Drakor...
Mendunia, tapi Drakor dan Kpop Tak Mampu Selamatkan Ekonomi Korsel
Kim Jong-un Puji Ekonomi...
Kim Jong-un Puji Ekonomi Korut Meski Kondisi Keuangan Tak Pasti
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Promo Wisata Korea
Promo Wisata Korea
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
Gen Z Kelompok Paling...
Gen Z Kelompok Paling Rentan, 52% Pekerja Alami Kelelahan Kerja Kronis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved