WIKA Masih Berharap Dapat PMN Rp7,2 T Tahun Depan
Jum'at, 31 Juli 2015 - 00:08 WIB
WIKA Masih Berharap Dapat PMN Rp7,2 T Tahun Depan
A
A
A
JAKARTA - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) masih menginginkan suntikan dana dari pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) pada tahun depan sekitar Rp5 triliun hingga Rp7,2 triliun setelah gagal mendapatkannya pada tahun ini.
"Namanya cita-cita, pengennya banyak. Sekitar Rp5 triliun-Rp7,2 triliun yang kita inginkan, tapi pemerintah alokasikan ke banyak BUMN," ujar Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo di Jakarta, Kamis (30/7/2015).
Dia menyampaikan, Kementerian BUMN akan melakukan kajian terkait angka yang akan diberikan kepada perseroan. Dengan PMN ini diharapkan semua target pada 2018 akan tercapai.
"Dengan adanya PMN akan mendorong percepatan infrastruktur program Pak Jokowi. Diharapkan 2018 semua yang kita cantumkan di RJP, angkanya akan bisa tercapai," jelas dia.
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro menambahkan, perseroan akan menerbitkan right issue kalau tambahan dana terealisasi. Selain itu, juga akan merilis obligasi.
"Kalau PMN jadi 2016 akan terbitkan right issue, akan terbitkan obligasi, jajaki global atau domestik. Kita akan evaluasi dulu exposure terhadap exchange rate (nilai tukar)," pungkasnya.
"Namanya cita-cita, pengennya banyak. Sekitar Rp5 triliun-Rp7,2 triliun yang kita inginkan, tapi pemerintah alokasikan ke banyak BUMN," ujar Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo di Jakarta, Kamis (30/7/2015).
Dia menyampaikan, Kementerian BUMN akan melakukan kajian terkait angka yang akan diberikan kepada perseroan. Dengan PMN ini diharapkan semua target pada 2018 akan tercapai.
"Dengan adanya PMN akan mendorong percepatan infrastruktur program Pak Jokowi. Diharapkan 2018 semua yang kita cantumkan di RJP, angkanya akan bisa tercapai," jelas dia.
Di tempat yang sama, Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro menambahkan, perseroan akan menerbitkan right issue kalau tambahan dana terealisasi. Selain itu, juga akan merilis obligasi.
"Kalau PMN jadi 2016 akan terbitkan right issue, akan terbitkan obligasi, jajaki global atau domestik. Kita akan evaluasi dulu exposure terhadap exchange rate (nilai tukar)," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :